Mahasiswi Cantik
April 10, 2008
Jika sedang mengajar, tentu saya tatap wajah-wajah mahasiswa yang sedang saya ajar. Biasanya mereka semua balas menatap saya [meski saya curiga dengan isi benak mereka, kadang wajahnya menerawang
]. Ketika saya mengeluarkan pertanyaan, sontak tatapan mereka hilang, berganti tundukan kepala, pura-pura baca, kasak-kusuk dengan temannya. Ada juga sih, yang terus menatap saya:
Owh mau jawabkah?
Ga Bu, mau permisi ke belakang..
[Hehe dasar]
Kadang ada mahasiswa, good looking ![]()
Ya kasep, ya geulis, ya modis. Ada juga yang charming, penuh percaya diri. Bagus! Harusnya begitulah.
Tapi ada mahasiswi, kali ini, cantik sekali.. hihi. My type karena kulitnya putih, matanya bening, giginya rapih, senyumnya sayu. Tak lupa dandanan chick, modis sekali. Jika dia sedang berada di belakang notebook, wah! mantap!
Bayangkan doung, sosok menawan, tetap ayu. Tapi kode-kode Java dilahap (bukan kode spageti tentu); diagram-diagram UML ditenggak. Keren kan? ![]()
Berhasil menghapus imej saya [sejenak] bahwa mahasiswa penuh tugas programming itu haruslah kumuh hehe.
Dari tahun ke tahun, asisten-asisten saya, yang didominasi cowok, tentu gesit jika ada praktikan yang rada “mencrang” begitu. Etika akademis #1 mengatakan: dilarang memacari praktikan ha ha ha
. Aturan #2 Sesama asisten dilarang saling mendahului. Ada yang pintar, EMBATlah sesama PRAKTIKAN. Bener-bener pinter
.
Dan jika ternyata mencrangnya sangat, sampailah isue kemencrangan tersebut ke para dosennya. Ada rekan dosen [cowok tentu] yang tahuuuu aja jika ada yang 3M: manis manis menawan. Pantes, dia selalu bahagia dan segar bugar. Tapi ini serius:
Dosen ga boleh macarin mahasiswinya kan?
Hahaha. Ditunggu sampe lulus aja kale ye. [cucian deh lu]
Soooo, ada yang mau kenal dengan mahasiswi saya tersebut? ![]()
Bersama Kita Bisa
April 10, 2008
Bukan koq, bukan kampanye SBY; sekarang kita dalam masa kampanye Pilkada; kampanye Pemilu nanti lagi. Hore, banyak kampanye!
Kamis,
Terpekur karena tidak tahu harus melakukan apa..
- Mas, kuliah tambahan dengan mbak Eva.
- Kaka, tadi pagi mengatakan akan pulang bersama Zian dan Kukuh.
- Neng, bersemangat pulang sekolah akan ke rumah Andika, sepupu sekaligus teman TK nya.
Biasa bersama-sama, setidaknya dengan salah satu dari mereka. Kini, koq hampa?
[backsound: Hampa, Ari Lasso].
Harusnya ini saatnya ‘me time’! Sendirian, apa yang harus saya lakukan?
@Unpas, di ruang rapat. Pun sendirian. Merenung..
Sudah berapa tahun bergabung di sini? Oh, hitung saja umur Neng. 4 tahun 4 bulan.
Betul, 15 hari setelah melahirkan Neng, saya datang ke tempat ini untuk menandatangi kontrak sebagai staf pengajar di sini. Dengan gaji UMR: S2 tidak dilihat, pengalaman lain pun tidak penting. It’s oke. Saya hanya minta satu hal saat itu:
- Boleh cuti kah? 1 bulan saja..
Rasanya jahitan sehabis melahirkan ini belum kering benar.
+ Tentu tidak! [Gile lu, baru masuk udah minta cuti]
Syukurlah rekan-rekan di sini tidak membebani saya dengan hal-hal lain selain mengajar. Tapi mengajar 9 SKS, identik dengan 27 jam minimum. Karena kuliah baru, tentu perlu persiapan lebih dari yang pernah dibayangkan. Belum lagi berbagai rapat yang diwajibkan (tapi ternyata tidak hadir juga tidak terkena punishment apa-apa toh, kecuali kehilangan ongkos rapat 10rb perak
).
Yeah. Move on, move on! Read the rest of this entry »
Candu Asmara
April 10, 2008
Itu lagu, judul lagu. Dilantunkan oleh Marcell. Judul yang sangat eye catching, pun isi liriknya. Guruh Soekarnoputra kah yang melirikannya? ![]()
Jadi teringat Cinta Menggoda ![]()
Adu…Du…Du…Du..Hay…
Adu Du..Du..Du Betapa Galau Hatiku
Jikala Lama Ku Tak Jumpa Denganmu
Adu Hay…Hay…Sungguh Nikmat Bersamamu
Selayaknya Insan Ketagihan Candu
Adu…Du…Du…Du..Hay…
Reff :
Senyumanmu Kerlinganmu
Bagai Candu Asmara Merasuk
Nadiku .(Nadiku…).Ooo…Ooo
Belaianmu Kecupanmu
Bagai Candu Asmara Menusuk
Jantungku…Ooo…Ooo
Adu Du..Du..Duh Betapa Galau Hatiku
Jikala Lama Ku Tak Jumpa Denganmu
Adu Hay…Hay…Sungguh Nikmat Bersamamu
Selayaknya Insan Ketagihan Candu