IDE itu mahal.. (Membangun Rumah di Lahan Miring)
April 24, 2008
Sudah rezekinya, Mamah menghibahkan sebidang tanah kecil untuk saya dan Mas. Kecil, lebar 8 meter serta panjangnya 21 meter. Ditambah lagi tanah tersebut miring, dengan kemiringan 45 derajat (ahhhh so` tahu derajat
). Jadi, berapakah panjang sisi miring tanah tersebut? hehehehehehe
Bukan sedang UASBN Matematika! ![]()
Yang jelas, tanah tersebut datar sepanjang 5 meter, kemudian menurun dengan kedalaman 5 meter. Kemudian datar lagi sepanjang 3 meter. Ya kira-kira gitu deh.
Ini membuat saya dan Mas kesulitan membayangkan jika kita membangun rumah di atas tanah tersebut, seperti apa rumahnya? Tak terbayang jika harus meratakan tanah tersebut, berapa volume tanah yang harus saya dan Mas beli untuk membuat lokasi menjadi rata (hayo berapa hayo!
)
We have to finish what we’ve started
April 24, 2008
Open House, yaitu dalam rangka memperkenalkan bahwa DT mempunyai TK. Haruskah diperkenalkan? ![]()
Neng mengikuti Lomba Busana Muslim.
Tentu, iseng. Daftarnya saja di hari H. Tapi sungguh, sehari sebelumnya saya membelikannya satu set baju muslim, untuk dipergunakan. Maklum, Neng ga ada baju muslim kecuali baju untuk sekolahnya ![]()
Hari H, hari kedua Open House. Anak-anak sudah tampak rapih dengan bajunya masing-masing. Ada yang sangat niat, sampai bermake up segala. Ada yang menggunakan baju daerah – sepertinya terimbas lomba busana daerah terimbas hari Kartini? -. Neng sibuk berlari-lari bersama anak-anak laki-laki. Meski sangat imut (hey, bukan ibunya yang narsis loh
), Neng bisa bermain bersama anak laki-laki. Bajunya yang berbentuk balon (foto menyusul), tampak sedikit kebesaran ![]()
Nyai Itu Sudah Tidak Ada (Teh Ninih dan DT)
April 24, 2008
Jum’at, Sabtu lalu.
Open House TK Khas DT ini berlangsung sederhana.
Meriah jika dinyatakan sebagai kegiatan lokal, sepi untuk nama DT yang (pernah) besar
Ibu-ibu panitia berkeluh, sulitnya mencari sponsor.
Kasak-kusuk masih menerpa DT; menyebabkan saya lebih suka menghindar sebagai seksi sibuk (alesan!).
Tapi tentu saya berpartisipasi
, mengikutsertakan Neng dalam Lomba Mewarnai dan Peragaan Busana Muslim
Lomba mewarnai, lokasi di Darul Haj, aula yang sering sekali digunakan untuk berbagai kegiatan. Neng tanpa persiapan. Anak lain dengan piranti lengkap, Neng tengkurap saja tak lupa lirik sana lirik sini [Dasarrrr]. Diselingi pipis, tak separuh gambar selesai diwarnainya ![]()
Mencari KPR Syariah
April 24, 2008
Jika ada waktu, saya dan Mas berkunjung ke Bank-bank, meminta informasi mengenai Kredit Perumahan/KPR. Tahun lalu sudah meminta informasi. Tahun ini juga menyempatkan meminta informasi. Minta informasiiii aja terus, kapan apply nya? ![]()
Jika mengenai KPR, saya pilihkan Bank yang memang sudah berpengalaman dengan KPR. BTN misalnya (halo BTN, saya sedang promosi). Namun tertarik dengan syariah, saya juga melirik skema syariah. Syariah murni, ada di Muamalat misalnya (hehehehe, promosi lagi
). Gabungan keduanya, tentu ada di BTN Syariah.
Datanglah kami ke Bank Syariah, dihadapi customer service yang manis itu. Berhubung manis, saya persilahkan Mas yang lebih banyak bertanya-tanya
(istri yang pengertian kan)
Terhantui UASBN
April 24, 2008
Senin, 21 April 2008 (hari Kartini?)
Pagi-pagi sudah di Unpas, seorang rekan baru hadir dan menyapa:
“Tumben ada.. Kemana aja? Kirain pundung.. “
Hehe, memang minggu lalu saya hanya mampir ke Unpas hari Kamis setengah hari. 1/2 hari saja dari biasanya 4 hari hadir. Karena pundung? Mungkin
. Tapi yang jelas, minggu ini minggu UTS, boleh kan meliburkan diri?
Kalaupun badan saya ada di Unpas, jiwa saya meronta merana entah kemana dan kenapa. Percayalah.. ini gara-gara UASBN! BEU
[Cangcuter, iklan Flexy].
Segitunya?
Kenapa kepala saya penuh cekokan soal-soal ujian berstandar nasional tersebut ya? ![]()
Bukan saya yang akan ujian, tapi anak saya! Namun empati, membuat saya yang justru kelimpungan dan stress karenanya. Bukan apa-apa. Nah, mengatakan anak saya cukup pintar nanti kesannya narsis
. Mengatakan anak saya gak cukup pintar, ih sama anak sendiri koq tidak mengharga (nanti dimarahin Ka Seto). he he. Read the rest of this entry »