Bedanya NEM dan nilai UASBN/UN?
April 28, 2008
Owh
Setelah lemot, sebelumnya tidak sadar apa bedanya NEM dari EBTANAS dan Nilai UASBN/UN.. Saya sendiri mempunyai nilai NEM pada EBTANAS SMP tahun 87 dan NEM SMA tahun 90..
Antara sistem NEM dan UASBN/UN ada kesamaan:
- sama-sama merupakan soal berstandar nasional, dikeluarkan oleh “pusat”
- bentuk soal pilihan berganda
- hanya diberlakukan kepada mata pelajaran tertentu: IPA, Matematika, B. Indonesia (Untuk UASBN SD/MI)
Perbedaan yang MENDASAR:
- NEM digunakan untuk sebagai standar memasuki pendidikan berikutnya (SMA/SMP), NEM tidak digunakan untuk standar kelulusan
- UASBN digunakan untuk standar kelulusan! Nah ini yang bikin report eh repot
Masalahnya, beberapa waktu lalu, Wasimudin my friend, mengatakan bahwa UASBN hanya digunakan untuk standar soal; sementara batas nilai kelulusan dan kelulusan itu sendiri diserahkan kepada sekolah.
Ternyata, penjelasan terakhir yang saya dapat: UASBN menentukan kelulusan seseorang anak. IH.
Makanya, kecurangan dan menghalalkan berbagai cara JUSTRU lahir karena kebijakan ini. Mudah-mudahan hanya oknum? Seperti yang dicurhatkan di sini.
Jika memang pemerintah membutuhkan feedback tentang sistem pembelajaran dan hasilnya, yaitu kompetensi para siswa, UASBN dan whatever it is lah; dijadikan saja standar. Tapi bukan untuk batas kelulusan. Seperti yang pernah Wasimudin informasikan ke saya.
Kalau memang harus ada standar, gimana caranya supaya yang lahir bukan kecurangan, tapi memang sistem pembelajaran yang lebih baik. Takes time yah? It’s a long long long way to go there..
Saya sendiri, yeah, mendukung UASBN ini. Tanpa kecurangan tentu. Yang mengerikan adalah:
- Ujian 3 hari, bagaimana kondisi anak kita saat tersebut?
- Tiga pelajaran saja, bagaimana jika anak kita sebenernya berbakat di pelajaran lain (Seni, Olah Raga)
- Lembar Jawab Komputer (LJK) yang sekarang menggunakan sistem SILANG; tidak dibulet2in hitam lagi; bagaimana jaminan kualitas alat bacanya? Hiii
Seharusnya tidak perlu panik, ntah kenapa koq panik
hehehehehe. Sementara itu, menurut guru-guru sih, anak-anak tampak santai-santai saja. Yah, barangkali anak-anak lebih dewasa menghadapi UASBN ini ![]()
April 30, 2008 at 8:17 am
hai,
saya dapat informasi dari sekolah anak saya, sd salman alfarishi. ini juga berbeda dengan informasi yang didapat kawan saya, wasimudin, sesama ortu anak kelas 6 dari sekolah yang berbeda.
ada informasi lainkah? tks.
June 28, 2008 at 7:16 am
memang dunia pendidikan masih perlu digodog, direbus, dipanggang..hehehehe….
yang jelas relevansinya dengan program wajar 9 tahun gimana ya?….kalo utk standar boleh deh spy diknas bisa menilai kinerja sekolah…
tapi kalo untuk anak2….lulus aja deh…mo berapapun nilainya…..
June 28, 2008 at 7:19 am
nambah lagi…iya nih…para bapak-ibu kepsek pada stress karena kelulusan di tangan mereka…takut diprotes ortu murid kenapa anaknya gak bisa lulus …hhihihihi
soal dibuat oleh pusat, tapi nilai kelulusan ditentukan oleh kepala sekolah……jadi tiap sekolah gak sama nilai standar kelulusannya….lieur pan????..saya mah lieur
March 22, 2009 at 6:23 am
data nem sma….
August 30, 2009 at 1:55 pm
para bapak/ibu kepsek pada stress karena kelulusan di tangan mereka….takut di protes ortu murid kenapa anaknya tidak lulus……..huhuhu soal di buat oleh pusat,tapi nilai kelulusan ditentukan oleh kepala sekolah….. jdi tiap sekolah gak sama nilai standar kelulusannya…mudah2 saya lulus dan masuk negri tolong doain….. amin
August 30, 2009 at 1:59 pm
para bapak/ibu kepsek pada stress karena kelulusan di tangan mereka….takut di protes ortu murid kenapa anaknya tidak lulus……..huhuhu soal di buat oleh pusat,tapi nilai kelulusan ditentukan oleh kepala sekolah….. jdi tiap sekolah gak sama nilai standar kelulusannya…mudah2 saya lulus dan masuk negri tolong doain….. amin salam dri kami