Mencari Asuransi Kesehatan
May 28, 2009
Teringat asuransi kesehatan, teringat pula episode The Simpson yang berjudul Last Exit to Springfield. Terceritakan Homer Simpson menjadi Union President, memperjuangkan jaminan kesehatan di Perusahaannya, untuk Liza Simpson yang diharuskan memakai kawat gigi. Ya begitulah, umumnya perusahaan yang bagus menjamin kesehatan para pegawainya, berikut keluarga pegawai. Untuk lecturer seperti saya, dimana Universitas tempat saya mengabdi tidak menyediakan perlindungan kesehatan secara optimal; tentu saya harus mencari perlindungan sendiri.
Sebenarnya persoalan ini sudah lama terpikir, namun terasa bagaikan prioritas yang rendah. Bukan belagu merasa pasti sehat, akan tetapi karena kurangnya pengetahuan mengenai asuransi kesehatan ini. Dibandikan dengan asuransi jiwa, pendidikan, dan pensiun; dimanakah letak asuransi kesehatan? Rasanya semuanya penting dan rasanya banyak sekali yang harus disisihkan jika kita ingin merencanakan semuanya tersebut. Padahal kami hanya berempat, dua orang dewasa dan dua anak-anak.
Ah ternyata, ga enak juga ya kerja di tempat yang tidak ada jaminan begini. Tidak ada jaminan kesehatan, tidak ada jaminan pensiun. Bayangkan saja, ketika ada anggota keluarga yang sakit dan masuk rumah sakit, segenap rupiah harus dikumpulkan untuk membiayai pengobatan. Boro-boro untuk kepentingan estetik seperti kawat giginya Liza Simpson. Kalo sudah begini, bekerja di Indonesia (ups, maksudnya bekerja di tempat saya bekerja) berasa lebih buruk daripada bekerja di tempatnya Mr Burn-nya Homer Simpson
.
Yeah. Salah siapa?
Bulan-bulan ini, ibu saya harus dirawat di rumah sakit. Ternyata menghabiskan puluhan juta rupiah juga. Fiuh. Alhamdulillah, semua rupiah dikerahkan dan berhasil membuat ibu melewati masa sulitnya. Ini membuat saya semakin yakin harus segera melindungi diri, baik dalam pola hidup sehat maupun perlidungan kesehatan. Tekat sudah bulat, tak mau membuat susah anak di kala usia saya merenta nanti.
Malangnya, semakin membaca mengenai asuransi itu, semakin bingung untuk memutuskan
. Ternyata produk asuransi itu macam-macam ya, pun asuransi kesehatan. Inikah ilmu aktuaria? Meni lieurrrr
. Beberapa menawarkan asuransi kesehatan murni, beberapa menawarkan dicampur dengan investasi / unit linked. Asuransi murni kesehatan ada istilah ‘hangus’ jika tidak terjadi claim. Seorang sales produk menjelaskan bahwa produknya ‘mengembalikan 20% jika tidak terjadi claim’. Worthy ga sih?
Asuransi plus investasi memaksa kita melakukan investasi. Padahal menurut Safir Senduk [hoho] skala prioritas adalah membayar utang, membiayai operasional, menabung, terakhir investasi. Kesimpulan, jika masih banyak utang, apa mungkin sudah mampu ber-investasi? Lalu, macam-macam investasi itu, saham, obligasi, pasar uang bla bla bla. Waw, menarik sekali. Siapa sih ga suka dengan angka-angka rupiah. Jika bicara uang, semua pasti menjadi Mr Crabb nya Sponge-bob: Aku suka uang!!
Tapi kembali ke kebutuhannya, jaminan kesehatan. Saya coba lihat commonlife, yang dulunya Astra, dengan produk BrightPlannya. Di situs itu tidak ada penjelasan apa-apa, tapi saya diberikan ilustrasinya langsung. Saya simpan di sini. Belum diputuskan, masih studi banding dan masih eungap rasanya membiayai.
Yeah.
Harus bagaimana yah?
July 7, 2009 at 8:51 am
Saya juga bingung sama asuransi
July 17, 2009 at 6:14 am
maap ba jika anda berminat saaya dapt membantu ba..saya pgguna asuransi pruedential..jika ba bminat dpat hub.085959559829..nanti akan djelaskan
August 4, 2009 at 4:41 pm
Ibu Ayi, saya seorang finansial advisor dari Prudential, memang benar yang ibu khawatirkan, secara garis besar ada 3 keranjang keuangan:
a.keranjang keamanan (asuransi, tab,dep)
b.keranjang pengembangan (investasi, usaha, dll)
c.Kerranjang kemewahan (rumah mewah dll)
kadang orang langsung ke keranjang 2 dan 3, tanpa mengisi keranjang keamanannya, padahal jika sesuatu hal yang tidak diharapkan terjadi, keranjang 2 dan 3 bisa habis terserap keranjang pertama, jika tidak dipersiapkan dengan baik.
saya dan prudential, siap membantu ibu, jika ibu berkenan, silahkan mengunjungi blog saya di:
http://asuransi-investasi-masa-depan.blogspot.com/
saya juga dapat membantu memberikan penjelasan secara mendetail melalui ilustrasi.
terima kasih atas kesempatannya.
August 18, 2009 at 3:21 pm
memang betul spt safir sanduk bilang.semuanya disesuaikan dg kebutuhan.jk blm waktunya utk berinvestasi sgt disarankan utk penuhi keranjang keamanan terlebih dahulu(tab.3x pdapatan, d.pensiun, d.pend.anak, proteksi keluarga). nah, sistem asuransi jaman sekarang bisa penuhi semua isi keranjang ini kec.tab.3x pdapatan. so,jk ibu blg spt pd ptanyaan ibu diatas, smuanya perlu, mk ibu prl tau sistem asuransi yg sy punya.jk ibu serius mrencanakan masa dpn kluarga.sy bsedia mdiskusikanya dg ibu tnp ibu hrs ambil program dr sy. sy bs dihub.di herysaifulbahri@yahoo.co.id
September 8, 2009 at 6:03 am
jika ibu masih mencari asuransi saya dapat membantu ibu, kebetulan saya finansial advisor di axa yang merupakan asuransi terbesar di dunia. kirim saja alamat dan no tlp ke 08571 0930 258
October 10, 2009 at 2:11 pm
Assalamu’alaikum
Melihat kepada kebingungan mengenai mencari Asuransi Terbaik dan Jaminan terbaik, maka pendapat yang bisa Kami berikan sbb :
1. Carilah produk asuransi sesuai dengan kebutuhan. Asuransi adalah lembaga proteksi dan bukan lembaga Investasi.Carilah kebutuhan proteksi anda dengan produk terbaik
2. Kami bisa memberikan informasi untuk Asuransi Rawat Inap Individu dengan sistem pelayanan Klaim RS Provider dengan sistem As Charge (sesuai tagihan)
3. Perusahaan Kami bergerak di Syariah Insurance Consultant. Tugas Kami adalah memastikan Umat mengambil produk Asuransi Syariah sesuai dengan kebutuhannya
4. Hubungi Kami di cv.mai.syariah@gmail.com
Wassalamu’alaikum
November 12, 2009 at 2:33 am
Salam kenal bu Ayi,
Asuransi kesehatan memang mahal ya Bu, dibandingkan asuransi jiwa, kecelakaan dsb itu. Baik yang ‘hangus’, ‘pengembalian 20 %’ ataupun yang plus investasi, nggak ada yang murah. Tapi, mahal-murah kan relatif ya Bu, yang penting manfaatnya TOP apa nggak ?
Saya sendiri nasabah sekaligus agent Prudential Bu, jadi nasabah dulu sebelum jadi agent. Jadi nasabah karena pernah punya pengalaman, waktu anak sakit, gak ada jaminan juga dari prsh untuk anak, pusing cari pinjeman buat bayar biaya RSnya, gak mau hal itu terulang, jadi walau financial lagi pas2an tetep nekat ambil Pru hospital untuk anak. Kenapa pilih Pru? karena setelah dibanding2kan dgn yg lain, biaya yg dikeluarkan relatif sama, tapi di Pru ada nilai tunai yg bisa diambil di kemudian hari yg lainnya tdk ada. Kenapa akhirnya jadi agent? agar bisa ikut mendidik masyarakat Indo utk lebih perduli terhadap dirinya dan keluarga, sehingga uang yg sudah susah payah mereka kumpulkan tidak habis tersedot oleh biaya RS ( krn resiko sakit itu pasti akan dialami setiap orang). Bila berkenan, ibu bisa hubungi saya di rahayu.perbawanti@yahoo.com. Terima kasih.
November 16, 2009 at 3:07 am
Assalamualaikum Wr Wb
Ibu Ayi jika ibu membutuhkan produk asuransi (entah itu pendidikan,kesehatan,asuransi murni,asuransi pendidikan ataupun jenis asuransi lainnya) silahkan ibu kontak saya. Insya 4WI saya akan berikan produk yang sesuai dengan yang ibu butuhkan.
Saat ini saya bekerja diperusahaan asuransi syariah takaful.
Semoga informasi ini bisa menjadi pertimbangan untuk ibu dalam memilih asuransi.
Wassalamualaikum Wr Wb
NH Abdul Jabbar
—————
022-76204021,0817202062
http://www.syariah.tk
abdul.jabbar@marketing.takaful.com