Mencari Profesor
October 24, 2009
Huh, ada tugas aneh. Kalo saja saya tidak menyukai dosen saya, saya pasti sudah mengomel tanpa batas. Bagaimana tidak, tugasnya adalah mewawancarai profesor (dan sekelas profesor); untuk menggali filosofis yang ada di benak beliau-beliau.
See..
Bagaimana kita harus menyusun bahan wawancara, kalo kita tidak mengerti apa yang harus ditanyakan hihihihi.. Karena setiap pertanyaan, pasti akan menerbitkan pertanyaan lain KALO saja kita MENGERTI apa yang telah dijawab pada pertanyaan sebelumnya. SEMENTARA itu, mana saya bisa mengerti pembicaraan orang-orang pandai itu
. Kami berbeda frekuensi, saya masih di 3.3, beliau di 2.3 meski sama-sama BWA
. (Ah contoh yang ga betul atuh, sotoy banget sih soal frekuensi).
Jadi, saya harus cari profesor nih? Menggigil saya membayangkan berdiskusi dengan, misal Profesor Iping Supriatna, Profesor pertama Jurusan Informatika – STEI ITB.
Beliau selalu memanggil saya ‘Yu’, mungkin dari kata Ayu (nama saya Ayyyiii Pa), atau memang ‘you’; daripada menggunakan kata anda. Terakhir bertemu, mendapat “kritiknya” kenapa saya pilih topik jauh-jauh dari dunia Informatika (oh maafkan akyu!). Ingin rasanya dapat mengobrol dengan beliau (lagi). Pasti seru. Tapi kenapa selalu tidak mengerti ya? Terasa betapa bedanya kasta ha ha..
Bagaimana saya menggali ide, penalaran, konsepsi, dll dll dari beliau? Brrr..
Tapi ini mengingatkan saya pada tugas Peter Parker di Spiderman 2 (sebagai orang Shallow, bahan referensi saya misalnya film Spiderman itu loh) yang bertugas mewawancarai Profesor dan percobaan Reaksi Fusinya. Seharusnya ini menjadi tugas yang mengasyikkan..
Jadi, mari kita cari profesor. Profesor siapa ya.. Hmm.. Any ide? Pls help
October 25, 2009 at 8:01 am
maksudnya “you” sepertinya. Biasanya begitu kalau beliau lupa/belum tahu nama orang yang diajak bicara.. sok atuh main-main ke gaib!