OH Bahasa Indonesia (Menuju UASBN SD/MI 2008)

April 14, 2008

Minggu lalu, Kaka, putra saya yang sudah kelas 6, sedang Pra-UAS II. Persiapan menjelang UAS BN 2008.

Yah, sementara orang-orang meributkan tentang Pilkada, atau tentang UU-ITE, atau tentang Blogger Negatif; saya sebagai emak-emak , tentu prioritas adalah “meributkan” UAS BN, BN-nya sendiri adalah singkatan dari Berskala Nasional, sesuai standar Badan Standar Nasional Pendidikan Nasional

Sebenarnya ini UASBN ini (rasanya) biasa saja, seperti EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) yang saya alami ketika saya bersekolah, tahun 84, kan? Saya lupa, apa bedanya UN-Ujian Nasional (yang dihebohkan itu) dengan EBTA (jaman dahulu)? Kan:

  • Sama-sama tidak dinyatakan tidak lulus sekolah jika tidak lulus EBTANAS
  • Sama-sama mengandung soal berasal dari “pusat”
  • Rasanya, sama-sama juga pilihan berganda?

Duh saya lupa jaman saya SD dulu, hehehehehe . Yang jelas, soal-soal bergandalah yang dikeluhkan oleh para Guru dan Ibu eh plus Bapak juga lah [hari gini, pendidikan anak masak cuman urusan sekolah atau ibu-ibu, please deh, bapa-bapa siaganya mana?]. Menurut yang saya tangkap, soal-soal berganda tidak mampu mencerminkan kemampuan sang anak yang sesungguhnya. Adakalanya sebenarnya sang anak tidak faham, tapi terlatih untuk menyelesaikan soal dengan cepat. Apalagi memang Bimbingan Belajar yang menjamur, banyak yang melatih mencari solusi yang cepat, daripada menekankan pemahaman.

Saya juga lupa, apakah soal-soal pilihan ganda tersebut menggunakan sistem minus seperti pada jaman saya UMPTN. Sekarang namanya apa? Hihi. Yang jelas, UAS-BN Ada 3 (tiga) pelajaran yang akan diujikan:

  1. Matematika
  2. IPA
  3. Bahasa Indonesia

Kisi-kisi ada di sini. Soal-soal ada di sini. Kemudian ada yang namanya SKL (Satuan Kompentesi Lulusan) yang ternyata baru membuat saya ‘ngeh’ he he mengenai materi pelajaran Kaka . Maklum, saya bukan Emak-emak yang ‘turun’ langsung mengajari Kaka, biasanya adalah kami ada di ruangan yang sama: Kaka Belajar, Mas ngerjain PR, saya CA-ting (pssttt) – dalihnya sih baca laporan .

Berhubung ini kelas 6, saya jadi heboh dan merasa harus TURUN sendiri waktunya sudah mepet banget! (sahhh, TURUN sendiri, seperti AGUM GUMELAR yang TURUN ke JAWA BARAT – dan ternyata kalah juga ya? EH!)

Kembali ke SKL. Nah SKL ini, bagus sekali untuk bahan saya belajar pelajaran anak-anak kelas 6. Misalnya dalam Bahasa Indonesia, ternyata anak-anak haruslah mempunyai kompetensi dalam hal membaca dan menulis. Membaca, artinya dia harus bisa:

Memahami berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, dan rubrik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi anak, dongeng, cerita anak, dan drama anak.

Sedangkan menulis, artinya harus bisa:

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, kosa kata yang bervariasi dan kalimat efektif dalam kehidupan sehari-hari, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita anak, puisi, dan pantun secara terpadu, struktur kalimat yang tepat, ejaan, dan pilihan katanya.

Dipikir-pikir, koq susah ya? ha ha ha.. Lihatlah kompetensi menulis anak kelas 6 SD:

Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana mencakup

  • – Menulis surat (pribadi atau resmi)
  • – Membuat pengumuman
  • – Menyusun teks dialog
  • – Menyusun naskah pidato
  • – Mengisi formulir
  • – Membuat ringkasan
  • – Memarafrasekan puisi menjadi prosa
  • – Menulis puisi, cerita anak, dan pantun

Menyunting berbagai teks tulis mencakup

  • – Kepaduan paragraf
  • – Ketepatan struktur kalimat
  • – Ketepatan pilihan kata
  • – Kebenaran ejaan dan tanda baca

Busyet, harusnya sudah bisa bikin puisi ya? WADUH. Kalo saya membaca blognya pak Budi Rahadjo yang kelihatannya sedang berusaha keras agar dapat membuat puisi, hihihihi, contoh: http://rahard.wordpress.com/2008/04/11/kau-tak-butuh-diriku-lagi/

WADUH. Mengerikan sekali bahasa Indonesia ini. Ternyata sulit sekali. KENAPA? Materi mungkin biasa saja, yang kurang barangkali implementasinya saja. Anak-anak kurang membaca buku, lebih suka lihat TV. Anak-anak tidak suka menulis, lebih suka main game. Makanya, ketika dia menjadi mahasiwa, menjadi tidak pandai menulis laporan Tugas Akhirnya. Rekan saya yang sangat sangat handal di bidang teknik tertentu, dibongkar total ketika menulis Laporan Disertasinya.

Saya juga koq . Menulis blog saja, susah setengah mati ha ha, gimana mau menulis berita atau hal-hal yang bermutu dan penting bagi umat banyak (EHM).

Kaka sendiri, huah, berapa kali saya beri penjanjian:

  • mau komik? ok, tapi kamu harus tulis resume satuuuu saja buku non-komik, ROALD DAHL aja deh, tipis kan?
  • mau nge-game? ok, tapi buat dulu tulisan tentang perjalanan kamu kemarin
  • mau ini itu? ok, tapi..

Nah tapinya selalu saya arahkan ke menulis dan membaca. Koleksi Roald Dahl saya buru kemana-mana. Narnia ada satu set. Harry Potter tentu. Buku-buku Little House bekas saya dulu juga masih ada. TAPI, ih dasar anak-anakkkk sekarang. GAME GAME GAME dan.. KOMIK Jepang.

Dan pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran tidak_cukup_fave. Apakah akan bisa lolos di UAS BN? EH jadi deg-degan. Saya jadi berpikir, jangan-jangan betul apa kata Cinta Laura, dikutip dari: http://wiki.cahandong.org/Cinta_Laura

“Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta”

Aduh CInta, saya ga punya ongkos untuk ke OZ

4 Responses to “OH Bahasa Indonesia (Menuju UASBN SD/MI 2008)”

  1. airachma Says:

    Hah… emang bu,,, sekarang buat lulus saja sudah buat orang tua bingung,,,

    kalo saya sih pinginnya nanti kalo’ sudah ada anak saya terapkan sistem homeschooling saja, hehehe…
    biar dia jadi anak yang aktif

    Salam kenal,
    Rachma

  2. penyejukmata Says:

    Assalamu’alaykum Ayi, ni Wise… pakabar? Rifki dan Rifka dah besar ya??? mana fotonya?
    Salam dari Yanti Kiyah dan Nurul…

  3. yuda Says:

    soal-soal dan jawaban UAS sd 2008


  4. […] lemot, sebelumnya tidak sadar apa bedanya NEM dari EBTANAS dan Nilai UASBN/UN.. Saya sendiri mempunyai nilai NEM pada EBTANAS SMP […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: