We have to finish what we’ve started

April 24, 2008

Open House, yaitu dalam rangka memperkenalkan bahwa DT mempunyai TK. Haruskah diperkenalkan?

Neng mengikuti Lomba Busana Muslim.
Tentu, iseng. Daftarnya saja di hari H. Tapi sungguh, sehari sebelumnya saya membelikannya satu set baju muslim, untuk dipergunakan. Maklum, Neng ga ada baju muslim kecuali baju untuk sekolahnya

Hari H, hari kedua Open House. Anak-anak sudah tampak rapih dengan bajunya masing-masing. Ada yang sangat niat, sampai bermake up segala. Ada yang menggunakan baju daerah – sepertinya terimbas lomba busana daerah terimbas hari Kartini? -. Neng sibuk berlari-lari bersama anak-anak laki-laki. Meski sangat imut (hey, bukan ibunya yang narsis loh ), Neng bisa bermain bersama anak laki-laki. Bajunya yang berbentuk balon (foto menyusul), tampak sedikit kebesaran

Anak-anak semua diminta latihan berjalan di panggung. Semua tampak semangat. Neng juga. Setelah cukup latihan, semua bersiap menunggu giliran. Seorang panitia, menghampiri tiap anak untuk diminta ke panggung. Ibu guru menjadi pembawa acara. Tiga orang ibu, duduk di depan panggung, menjadi tim penilai.

Giliran Neng. Saya gandeng Neng menuju panggung. Di panggung semua lancar, setengah jalan Neng masih sangat pede. Ketika di pertigaan, mulai lah ragu-ragu . Seharusnya dia memberi salam kepada ibu juri. Kemudian jalan ke panggung kiri, berdadah-dadah atau apalah. Berputar ke kanan, lalu kembali ke tengah. Pose. Dan kembali ke tempat. Tapi ketika semua mata memandangnya, rupanya membingungkan Neng . Melihat saya ada di ujung panggung kiri bersiap memfoto Neng, Neng malah berlari melompat ke luar panggung dan lantas memeluk saya erat-erat. Semua tertawa.

Ibu Guru menawarkan Neng untuk mengulang. Neng mau tanpa dipaksa . Tapi sekarang saya harus berjalan di samping panggung. Memandu Neng, agar jalan sesuai alurnya. Hihi, ga sekalian saja ya saya berlomba busana? Ketika dari sisi kiri pindah ke kanan panggung, saya harus berlari melintasi Ibu-ibu penilai; agar Neng juga berpindah ke kanan panggung.

Seorang ibu bilang:

Kayak pake remote ya, ngikutin Teh Ayi kemanapun..

hehehe
Yang penting Neng selesai, selamat. Tak ada setetes air matapun . Kemudian dia berlari-lari bersama teman-temannya.

Hasil lomba diumumkan, dan tentu tidak menang
Buat saya, terbesar adalah ketika Neng melompat dari panggung, tapi kemudian dengan gagah berani mengulanginya lagi. Meski ragu-ragu, tapi Neng menyelesaikannya dengan tuntas .

Besar harapan saya, Neng akan selalu bisa menghadapi apapun dan menyelesaikan yang sudah dimulainya. Mudah-mudahan saya juga selalu begitu. We have to finish what we’ve started kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: