Saya Tidak Mengerti Garbage Collection

April 28, 2008

Di Java, penghancuran objek dilakukan secara otomatis oleh mekanisme dari Garbage Collector. Objek yang sudah tidak direfer, otomatis dimusnahkan. Kapankah skema Garbage Collection ini dijalankan? Bagaimana caranya mengecek referensi masing-masing objek? Barangkali semua ini mudah saja dijawab, barangkali ada di How To.

Tapi bagaimana dengan Garbage Collection di muka bumi ini? Apakah yang Maha Kuasa mencarikan objek, yaitu kita manusia, yang sudah tidak digunakan, tidak berguna, kemudian dimusnahkan? Seringkali saya melihat orang baik malah berumur pendek, orang jahat malah panjang umur banyak rezeki bahagia di dunia. Kakak saya sendiri adalah orang baik dan meninggal dunia di usia muda; sementara kenapa saya malah terus hidup? Padahal saya kan comberan, tidak saja tidak berguna tapi barangkali sampai mengganggu dunia. Dimana rahasia referensi objek pada skema Garbage Collection milik Al Muhaimin, Sang Pemelihara ini?

Di benak saya terlintas, ketika kita diinstansiasi, kita semua diberi ID yang unik untuk seluruh mahluknya. Atribut-atribut yang sama, berisi value yang mungkin berbeda-beda. Apakah value “kapan kita dihancurkan” juga sudah ditentukan pada saat objek manusia diciptakan?

  • Apakah dia berupa konstanta sehingga tak pernah bisa diubah apapun yang kita lakukan?
  • Ataukah value itu akan berubah seiring dengan behavior kita yang memang bertanggung jawab untuk mengubah isi atribut, sehingga status kapan kita hancur akan bergantung kepada behavior kita sendiri?

Saya tidak tahu, saya tidak juga memilih skema mana yang saya percayai. Saya tidak mengerti Garbage Collection. Saya tidak tahu kapan saya akan dimusnahkan. Bagaimanapun juga, saya, kamu, kita semua; harus bisa mempersiapkannya.

(Setelah dimusnahkan, apakah objek akan reinkarnasi?

4 Responses to “Saya Tidak Mengerti Garbage Collection”

  1. mama valen Says:

    teu ngarti urang ge😛

  2. purakrisna Says:

    Ayi teh nulis apa sih? Sekali ini saya nggak ngerti😀 Maafkan temanmu yang bodohini ya…

    hei.. ho ho. saya cuman nulis bahwa saya ga ngerti kapan saya akan dimatikan😀


    • manusia tidak perlu mengerti dan tahu kapan kita dimatikan oleh Allah karena itu termasuk konstanta(ketetapan) yang dirahasiakanNYA. Hikmahnya kita harus senantiasa mempersiapkan dalam menghadapinya dengan mengisi variabel (amalan) kita apakah IF Condition (pilihan) kita jalan yg lurus dg meng-asign Variabel amal kita dg kesolehan (posifit value) atau jalan yg bengkok dg meng-asign Veriabel amal dg kekufuran (negatif value).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: