Sepanjang Jalan Ganesha

April 29, 2008

Kita selalu bergandeng tangan? AH boro-boro

Tertegun saya ketika saya hentikan angkot antara Taman Sari – Ganesha.. Kenapa turun di sini!

Sudah banyak cerita jika Jalan Ganesha tidak AMan lagi (ups, AMan sudah kalah, bu!) dilalui pejalan kaki. Mas pun rajin pulang kuliah dengan putih-putih di mobil. Saya juga pernah membaca komik curhatnya bu Tita berkenaan jalan Ganesha ini.

Iya, banyak burung, eh burung apa sih itu? Dan burung itu mengeluarkan kotoran, tentu. Karena jumlahnya banyaaakkkk; kotorannya juga banyak. Nasib lah, putih-putih terkena orang yang bernaung di bawah pohon-pohon jalan Ganesha ini. Tentu, pejalan kaki juga! Padahal trotoar rapih tersedia di situ..

Tapi saya sudah terlanjur turun di depan jalan Ganesha, hiks. Tujuan saya adalah jalan Dago, sehingga medan pertempuran sepanjang Ganesha harus saya hadapi!

Maka..

Tundukkan kepala, konsentrasi ke bawah. Jangan menengadah.. Jangan berpikir, maju terus pantang mundur. Sesekali hindari dedaunan, becek-becek, mayat tikus (hiii), tak lupa lalat-lalat dan lalat .

Tiba di suatu selokan, ada sesuatu! Wah! Ternyata tumpukan styrofoam.. Yeeee bekas acara apa ini, bekas siapa ini? Kalo burung-burung itu meninggalkan bekas mayat dan tulang belulang mangsanya, plus seenaknya menghujankan kotoran; barangkali bisa dimaklum. Tapi manusia (mahasiswa?) yang menumpukkkan seonggok styrofoam bekas makan pagi|siang|malam|subuh (coret yang tidak perlu); kan rasanya T-E-R-L-A-L-U (dengan logat Rhoma Irama). Malu sama burung-burung ah..

Berpikir tentang tumpukan sampah_manusia tadi, konsentrasi menjadi saya teralih sehingga tanpa terasa sudah sampai gerbang ITB. Fiuh. Setengah jalan lagi? Semangat? Ga euy

Gerbang ke arah Dago, banyak mobil berparkiran. Malas jalan di trotoar lagi, saya putuskan jalan di dekat-dekat mobil berparkiran. Cenderung jalan di tengah jalan Ganesha . Biarlah, toh mobil-mobil di situ berjalan lambat-lambat. Toh kalo ada yang memelototi dan mengklakson dan memaki saya saya, hehehe, barangkali akan..

switch (imood) {
case ‘bete’: maki_balik_saja!; break;
case ‘biasa-biasa’: ga_usah_noleh_dan_menyingkirlah_sedikit; break;
case ‘sadar’: noleh._tatap,_menyingkir_sedikit; break;

default: jalan_terusss;
}

Kasus khusus, kalo yang mengklaksonnya pa Arry sih, saya kasih senyum manis aja kali ya? Siapa tahu dijepret dan masuk blognya.

Tapi tak ada yang mengklakson saya, artinya sepertinya orang berjalan di tengah jalan dianggap biasa dan dimaklumi. Entah apa yang terjadi pada Jalan Ganesha ini. Dulu saya sering jalan di trotoar yang berjarak terlalu jauhan sehingga tidak bisa dijangkau dalam satu langkah. Di kiri Gerbang, ada penjual Bakso yang kami namakan: BaTak, Bakso Tahi Kuda, karena disinyalir tercampur kotoran kuda . Sekarang rasanya sudah tidak ada, kalopun ada, hihihi, campurannya nambah dengan kotoran-kotoran burung?

Yang jelas, Ganesha tetaplah jalan Ganesha. Karena saya sudah jarang melewati jalan Ganesha, saya tidak berkeberatan sesekali “berjuang” melewatinya. Kalopun saya harus sering melintasi jalan Ganesha, barangkali saya akan merasa “ah sudah biasa”. Pasrah begitu ya? Sepertinya harusnya saya protes dan mencarikan solusi atas ketidaknyamanan itu. Tapi kan itu mah tugas Walikota Bandung (ihi ihi ihi), bukan tugas rakyat kan?

4 Responses to “Sepanjang Jalan Ganesha”

  1. AA Arman Says:

    Wah, kalau Pak Dada (walikota) baca tulisan ibu saat ini, pasti ada action positif. He….3x

    kalo dibaca calon Walikota? hihi –ayi

  2. Andhi Says:

    Tugas walikota? Ya tugas penghuni Ganesha 10 lah.. Mosok tiap hari liat gitu masih juga betah dan (pura-pura) gak liat?

  3. AA Arman Says:

    Bung Andhi, begitu keluar dari pagar Ganesha 10, itu sudah di luar kekuasaan ITB. Jadi, terbaiknya harusnya Pemkot membuka dialog dan menentukan cara yang jelas agar pihak-pihak (misalnya kampus) dapat berkontribusi menata lingkungannya dengan baik dan jelas. Semoga walikota yang akan datang lebih reponsif dalam menangani berbagai masalah kota, dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: