Brakkkkk

July 6, 2008

(sedikit nyambung dengan dokter)
Hampir genap seminggu yang lalu..

Senin sore, teman SMA saya mampir ke rumah, menjembatani saya bertemu EO yang akan membantu mengelola acara Reuni. Yeah, aturan janjian ketemu di luar, tapi karena saya stress mendapat SMS SMS teror (nagih laporan untuk esok hari) saya pusing dan istirahat di rumah.

Jam 5, teman sudah datang, EO belum datang. Baru saja ngobrol sekilas dengan mas, tiba-tiba di luar, di jalan terdengar bunyi Brakkkkkk.. Tabrakan kah? . Mas langsung lari ke luar, demikian juga sang teman. Saya, ya bengong. Saya harap bukan tabrakan, tapi kenapa 2 orang tersebut lama ga balik. Saya susul, owh ternyata memang benar tabrakan..

Pengendara motor menabrak mobil dari belakang, dia terjungkal ke jalan, motor ringsek, tampak pingsan berdarah keluar d
ari hidung (?) Teman saya, yang ternyata dokter, segera memeriksa segala sesuatu. Cool. Di pinggir jalan, korban terbaring, berdarah, dokter ada di samping. Nyaris ingin saya foto, tapi rasanya sungguh tidak etis. Ah! saya tidak berbakat menjadi wartawan ! Padahal bisa menaikkan blog stat kan ! Ga ah.. ngeri, korban tampak parah

Saya tanya apa yang diperlukan? Teman meminta kendaraan untuk mengantar ke UGD. Ternyata susah sekali mencari kendaraan yang mau mengantar. Pesan ambulance? Ih lama. Mas menawarkan mobil sedannya. Ga bisa, krn ga cukup panjang, ga boleh ditekuk2. Harus angkot..

Mas coba hentikan angkot2 lewat. Saya juga, ragu-ragu. Sementara orang-orang sekitar ada yang menggotong motor ke pinggir, ada juga yang lihat-lihat. Polisi ada, tapi malah sibuk mencari saksi. Teman, yang ternyata dokter itu, terus-terusan menanyakan apakah sudah ada kendaraan. Saya ke tengah jalan, menyetop angkot. Ternyata tetap ga pada mau. Idih..

Akhirnya polisi mau menemi saya menyetopkan angkot. Harus pake polisi kah? Ada angkot mau berhenti, supirnya saya kenali krn saya sering naik angkotnya. Penumpang dengan rela hati turun. Sang korban digotong rame-rame. Teman, yang ternyata dokter itu, turut naik ke angkot. Mas juga, karena yang lain ga mau ikutan. Mereka berdua bersama supir angkot yang baik hati itu, membawa korban ke RS terdekat, RSHS.

Orang-orang membereskan barang-barang korban, saya tawarkan supaya disimpan di rumah. Pa polisi menyapa saya dan mengira apakah saya sang penabrak. Hehehe. Pa, nyetir aja ga bisa saya mah. Niat mau babantu, malah ditanya begitu ya

Tapi polisi nanyanya baik-baik koq. Dia juga senyum ketika saya bilang, bukan pa, saya sih rumahnya kebetulan dekat. Gitu doung, pake senyum dan bilang terima kasih.

Saya tunggu teman, yang ternyata dokter itu, dan Mas. Lewat magrib, mereka pulang, Mereka berdua ga gimana-gimana. Tampak cool. Saya tanyakan keadaan korban, belum sadar, keluarga blm bisa dikontak. Besoknya saya tanyakan kepada teman, yang ternyata dokter itu, masih belum sadar juga. Parah. Besoknya saya ingin tanyakan, tapi sptnya teman saya itu, yang ternyata dokter – (iya iya iya ! dia dokter), ga mau cerita banyak kah? Ato bosan saya tanya-tanya terus..

Mas bilang, di UGD Mas dengar pa dokter tersebut bilang: kondisi 3(?), diperiksa di UGD sudah level 4(?). Artinya, sepanjang perjalanan, keadaan korban makin parah ya?

Hiii.. itu kan ga enaknya jadi dokter. Ato untung juga ya ada teman saya (yang apa anak-anak? ternyata dokter itu!), ada pada saat tabrakan terjadi. Terus terang juga sih.. saya merasa bersalah. Coba kalo saya janjiannya di luar, bukan di rumah, pasti teman saya tidak perlu berhadapan dengan adegan tabrakan. Inikah yang namanya takdir. Mudah-mudahan korban selamat, berkat teman saya (yangggg?) ..

Dan you know.. deg-degan. Jarang sekali saya ada di view spt ini: Tabrakan, korban ga sadar, berdarah, ada dokter cool meriksa, mas cool gotong-gotong, saya (cool juga koq) nyetop2 angkot.. sekitar orang pada nonton, polisi sibuk mencari saksi.

Ahhh.. ga seperti di film2 ya..

One Response to “Brakkkkk”

  1. auvaintan Says:

    Sepertinya ada cedera pangkal leher atau dasar tengkorak tuh… dan perlakuan saat pertolongan pertama yang tidak tepat pun (misalnya asal gotong atau asal angkatpun) malah dapat memperburuk kondisi korban KLL tsb.
    Apalagi di kita… pengetahuan dasar P3K saja sudah tidak diajarkan lagi sejak di SD… so… ketika ada kecelakaan bisa-bisa hanya jadi penonton saja atau… memberi pertolongan yang salah.
    Ayo… mau bikin media/program penyuluhan P3K yang memuat pesan yang mudah dicerna oleh anak-anak?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: