Pecinta Dokter

July 6, 2008

Saya selalu mengklaim diri as pecinta dokter
kenapa ya?

Oh I see..
Kebanyakan nonton ER
Ahhh Dokter Rosssss (dan saya sebal kenapa dia jadi Batman !)

Tapi memang sih, meski ga sering, saya pernah koq 1-2 kali dalam keadaan kritis, dan berterima kasih kepada para dokter.
Misal pas jam 2 malam mules mau melahirkan si Kaka sudah bukaan 6(?), krn begok ini ga tahu mau melahirkan. Untung ada Ipar saya yang dokter menenangkan dan segera membawa saya ke Bidan.
Misal juga pas saya melayang2 di rumah salah minum antibiotik untuk batuk-batuk yang tidak hilang2, saya panggil taksi dan teler2 ke UGD di RS Advent, wajah dokter (meski sebenernya sih ga seganteng Noah Wyle), memeriksa saya ini itu dan membuat saya lega (terus, 5 hari kemudian saya boleh pulang dan shock liat billing RS nya, part obat2an hahahahaha)

Oh ya, kenapa ya dulu suka sekali ER.. Tahun berapa ya film seri ini diputar di Indonesia? Indosiar? Lupa !
Teman saya, Pastia Inggas, dulu pernah bertanya pada saya: Lebih suka ER atau X-File? Ya ER lahhh.. ER mah adegannya cepat, apalagi pas ada kecelakaan or something. Dialognya cepat, kisahnya menyentuh. X-File mah gelap, ngomongnya pada mumble, ceritanya musti mikir (hihihihi), dan Mulder itu ga ganteng2 banget koq, suer. Dokter Green lebih enak dilihat.

Menurut Nyoman Pastia Inggas, saya itu orangnya bla bla bla, antar lain: humanis (krn lebih suka ER daripada X-File?). Terus, kalo saya pada kenyataannya lebih suka orang IT(B) yang autistik (kata Pa Armein) daripada nikah sama Dokter, apa doung artinya? Artinya ga ada dokter yang melamar saya, hahaha, beres. Gitu aja koq dibahas.

Tapi sungguh, saya paling kagum sama dokter, krn saya ga berani jadi dokter..
Takut darah, takut salah ngasih obat, takut diserbu tukang obat hehehe.. maap

Ada satu dosen saya, yang super saya kagumi, karena beliau adalah Dokter. Jadi Doctor, dokter (Saya tidak menyebut nama ya, malu). Obsesi saya menjadi dokter seperti beliau. Mimpi kali ye? EH kata pa Armein juga, raihlah mimpi2 mu😀. Boleh kan mimpi menjadi dokter? Sehingga saya bisa menjadi pecinta diri sendiri (narsis MODE ON!)

-a-

5 Responses to “Pecinta Dokter”

  1. auvaintan Says:

    Yi… penghormatan dan kekagumanmu terhadap salah seorang dokter dan bahkan obsesimu pernah ingin menjadi seperti seorang dokter tersebut… mudah-mudahan mendorongmu untuk memberi kontribusi pemikiran ataupun langkah nyata dalam bidang pelayanan kedokteran/kesehatan.

    Sok lah… diantos… dukungan, saran dan kritikan buat profesi dokter dari ibu Ayi.


  2. Kaya’nya U dokter juga yach….???

  3. ario saja Says:

    he..he… jangan-jangan pacarnya dokter yah

  4. dudu Says:

    ayi…..met kenal dr dr.dudu….

  5. pbasari Says:

    @endaruji, saya mah bukan dokter atuh.. obsesi aja masuk (informatika) kedokteran

    @ario, justru! saya ga pernah pacaran, naksir, ditaksir sama dokter. udah segen duluan !

    @dudu, salam kenal juga😀. dokter spesialis apa nih? spesialis hatiiii?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: