Saat-saat Menyebalkan Menjadi Dosen

July 6, 2008

Pas kapan?
Pas nerima struk gaji ya?
HUSH!

Masak nerima struk gaji ga seneng, struknya doang sih ya?
Ya senang lah, gaji sebulan hasil beribadah..
Meski di crossed dengan minimun necessary requirement mah, gleg

Dosen memang harus menjadi Spongebob ! Rela kerja tanpa dibayar !

Tapi bukan itu, kan saya bukan Spongebob, Squidward, atau Mr. Krabb
Lupakan soal struk gaji..

Saya paling tersiksa menjadi dosen ketika.. harus memeriksa berkas Ujian dan Tugas, para mahasiswa. Kalo 1 kelas, 60 anak, it’s OK. Begitu harus 3 kelas paralel, 180 anak, tanpa partner, duh..

Makanya saya selalu most wanted ketika penyerahan Nilai Akhir. Ga senang sekali rasanya, punya hutang. Ga peduli bahwa ada vakasi untuk koreksi, ga seberapa dibandingkan tersiksanya saya menghadapi tumpukan berkas.

Rasanya bukan saya saja yang lemot memberikan nilai, ntah lah kalo kolega2 saya mah, kalo saya alasannya ya itu dia: endurance yang lemah menghadapi aktivitas yang sama Boooorrrrriiiinnnngggg…

Minggu ini saya menerima SK Rektor (eh apa Dekan?) tentang penertiban penyerahan Nilai Akhir. Huhuhu, sampai harus dibuatkan SK segala.. gleg. Harus 2 minggu.. 2 minggu ya? Dari dulu juga aturannya 2 minggu koq, tapi tidak ada punishment yang puguh ketika lewat dari 2 minggu sehingga rata-rata menjadi 2 semester (hiiii). Termasuk saya? Owh mahasiswa mahasiswi cantikku, maaf ibu dosenmu ini ya..

Padahal, semester ini dan semester-semester ke depan, saya menerapkan studens center learning; salah satunya dalam penilaian, nilai akhir tidak dihasilkan dari UTS dan UAS saja, tapi sepanjang perkuliahan. Contoh untuk semester lalu, saya buat instrumen perkuliahan, tugas, dan presentasi sepanjang kuliah. Ceramah jadi sedikit, karena siswa lah yang harus aktif mengerjakan tugas dan presentasi. Tugas dosen/saya harus member feedback kepada mahasiswa.

Ini (nambah) penyiksaan. Tugas buat anak-anak jadi banyak, saya jadi banyak meriksa Memang, ceramah jadi sedikit, tapi kayaknya enakan ceramah bla bla, hehehe, (terus hit and run? ) daripada meriksa tugas-tugas detail, menyaksikan satu persatu presentasi dan langsung memberi feedback. gleg.

Jadi sebal nih? Ntah ya.. Sebenernya sih ga sebal-sebal amet.. tapi tersiksa lah tepatnya.. Gimana caranya supaya para mahasiswa tidak sekedar copy paste, gimana caranya supaya mereka mengerti bahwa tugas-tugas ini bagian dari proses, bukan hasil akhirnya saja yang penting. Gimana supaya pada semangat !

Ketika SCL ini dicetuskan sewaktu saya ikut pelatihan P3AI di Unpas, saya paham konsepnya tetapi tahu ini tidak akan mudah untuk kelas besar spt di Unpas dengan anak-anak yang biasa di-supervised learning, bahkan incrementally supervised learning ! Tapi instruktur (Ibu cantik dari UGM) melarang kami menyalahkan input (huhuhuhu). Iyyya sih. Tidak ada input yang tidak bisa dioleh. Hiks. Dilarang sirik sama Dosen ITB krn input mereka yang konon mahasiswa terbaik (masih kah? konon kan?). Prosesnya mengolah menjadi outputnya artinya lebih sulit kan. Lagian, kali, kalo kita qualified, sudah jadi pengajar di ITB (eh belum tentu hehehehehehehe).

Tapi bener lho, sakit perut saya menghadapi setumpuk berkas ini. Mencelos hati ini. Meski asisten-asisten sudah dikerahkan untuk membantu, tapi asisten juga harus di-empowerment..

Ya sudah lah, konsekuensi dosen kan . Mari-mari kita jalankan..
(dan jangan sambil melihat struk gaji ya !)

11 Responses to “Saat-saat Menyebalkan Menjadi Dosen”

  1. arya Says:

    setiap masalah pasti punya (at least) satu pintu.
    betul kan, Bu?

  2. Oemar Bakrie Says:

    Lho kok sama ya ? (bukan struk gaji-nya lho, swasta kan beda dengan PNS … he he he). Untungnya mahasiswa saya sedikit (jurusannya nggak populer, apalagi dosennya) jadi nggak sampe mules …

  3. Arie Says:

    dengan anak-anak yang biasa di-supervised learning, bahkan incrementally supervised learning

    Haduh Bu Ayi, istilah AI nya keluar semua. Hehehe…

  4. yaniwid Says:

    Salah satu strategi saya adalah membuat soal ujian atau tugas yang akan gampang diperiksanya…
    Tapi ya itu… bikin soalnya susaaahhh…๐Ÿ™‚

  5. dhika Says:

    apalagi ditambah mahasiswa yang ngejar2 buat bimbingan ya bu.. hehe.. mudah2an ga bikin tambah sakit perut.. :p

    btw, nilai psbo-nya makasi lho bu.. heuheu.. ^_^

  6. auvaintan Says:

    Wah… kirain di jurusannya bu ayi sudah tidak mengenal lagi perangkat KERTAS, struk… berkas ujian… semuanya sudah paperless.
    Saat-saat menyebalkan itu akan tergantikan dengan saat-saat kebahagiaan tatkala melihat anak didik berhasil meraih impiannya dengan inspirasi dari ibu dosennya yang smart dan cantik ini.


  7. Dahulu saya pun pernah jadi dosen 1,5 tahun di ITHB, ngajar komputer grafik… Saya IF’00 tapi mahasiswa saya 03, hehehehe… asyiknya bisa lirak-lirik ce ce nya:p Di ITHB yg pinter juga luar biasa loh…

    Duka nya jadi dosen adalah Kuliah Pagi… maklum itu masalah sejak kuliah dulu… Masih inget dulu, kuliah pak Mary yg jam 7 pagi, selalu telat dan gak boleh masuk… (begitulah klo direktur itb, sgt disiplin) akhirnya dapet D… trus diulang malah dalam sebulan pertama, sdh 4 kali kuliah telat (telat semuanya)… ya di drop ajah… dibawa lulus nilai D ^_^ untung masih diatas 3 :p

    Klo soal truk gaji… hehehehe…
    Saya turut merasakan… semoga nasib dosen dan guru dimudahkan di kehidupan akhiratnya ^_^ -amin-

    Soal dedikasi sbg Dosen, saya super salut dgn Pak Rinaldi Munir… Dosen yg dihormati byk mahasiswa krn dedikasi beliau untuk pendidikan di informatika itb…
    Sbg alumni itb, sungguh menenangkan ketika informatika penerusnya oleh orang2 yg lurus…

    Soal semangat yang kokoh tak tertandingi…
    tiada tanding, tiada banding…
    dan bukan dari gresik…
    ya siapa lagi… Bu Inge lah… ^_^ smg beliau sll dilimpahi kesehatan…

    Allah, Tuhan atas segala ilmu…
    Mengutus rosulnya yg mulia untuk menyampaikan ilmu, dan menundukkan segala isi alam di bumi untuk manusia dengan ilmu Nya…
    Maka dosen, guru, ustad itu profesi mulia meneruskan amanah rosul… yaitu menyampaikan ilmu Nya…
    Bukankah Allah berjanji mewariskan bumi pada orang2 yg beriman lagi berilmu…
    ilmu adalah milik Allah… dosen meneruskannya… ^_^
    Rumusan E=mc2 sudah berlangsung sejak bintang diciptakan… dan ribuan rumusan lain sdg menunggu untuk diungkapkan… oleh peneliti…

    Jadi…
    meskipun BBM naik…
    sembako naik, laptop naik, listrik naik…
    struk gaji dijadikan cemeti…
    untuk cari proyek lagi ^_^

    Dimas P Prabowo
    IF’00 ITB

  8. b oe d Says:

    Memeriksa ujian memang kadang [i.e. sering] menjemukan.
    Apalagi kalau soalnya open-ended jadi jawaban yg benar bisa lebih dari satu. Tapi saya juga sering menemukan jawaban yg luar biasa, kreatif, genuine yg biasanya membuat pekerjaan memeriksa ujian menjadi tidak menjemukan.

    Salam kenal Bu. SCL ternyata sudah sampai tatar Sunda ya.๐Ÿ™‚

  9. -eos Says:

    Iya Yi…. saya juga setuju dengan Ayi…
    Salut deh untuk Ayi…

    Semangat… semangat… semangat…..
    “ILMU BERMANFAAT yang disebarluaskan tidak akan pernah merugikan sampai kapanpun…”

    Terimakasih inputannya ya….

  10. pbasari Says:

    @arya, arie, -eos, hehe makasih komen2nya..

    @pa oemar, senang berkenalan; eh emang struk pns beda? ahhh masssaaa? mahasiswa saya alhamdulillah lumayan banyak; tapi ga berbanding lurus dengan angka di struk ya๐Ÿ˜‰

    @yani, hehehehe, yani juga capek ngoreksi? alhamdulillah ternyata saya normal ya๐Ÿ˜€

    @dimas, itulah, orang mikir jadi dosen biar bisa mroyek/praktisi; itu kan gara2 dicontohkan sama dosen2 kita. eh kita? eh. ternyata ga efisien lho punya dua profesi begitu; tidak menapak di manapun juga. mendingan fokus di salah satu

    @b oe d, terima kasih.. iyyya, kebahagiaan dosen sebenernya ada di (keberhasilan) mahasiswanya ya? lho SCL memang dari mana gitu?๐Ÿ˜€

    @dika, hehehehehe, betul sekali๐Ÿ˜›. jangan kejar2 saya ya! nanti saya tulis di blog hehehehe..

  11. dewi Says:

    wah, ni memang ungkapan hati yang kadang2 ada benernya…tapi bagaimanapun klo pekerjaan mulia yang berdedikasi tinggi insyaAllah pasti ada hikmahnya..
    smangat terus buat para dosen..yang kadang merasa bored jga…..life goes on


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: