Biaya Kuliah (ke-Dokter-an)

July 13, 2008

(Menyambung tentang per-dokter-an)

Belakangan ini, saya terlibat dalam pembuatan sistem informasi untuk administrasi akademik di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, fakultas kedokteran. Yang namanya administrasi akademik, saya pikir hanya berkutat di bidang akademik saya, ternyata permintaan melebar; yaitu ke keuangan/spp mahasiswa sampai ke penggajian dosen dan karyawan. Lah? Hehehehehe..

Apa boleh buat. Dengan demikian, saya mau tidak mau, suka tidak suka harus melihat antara biaya perkuliahan (input) sampai dengan honor yang harus dibayarkan (output). Struk gaji pun terlihat. Ih, bukannya iseng ngapalin struk gaji orang , tapi kan katanya maunyaaaa: perangkat lunak mampu menerima input kehadiran dosen/staf melalui fingerprint (yang sudah ada); kemudian menghitung honor per bulan termasuk biaya transport berdasarkan kehadiran.

See, dengan requirement seperti itu, rumus penggajian harus dipelajari kannn. Tapi sungguh koq, bukan gaji dosen yang ada di benak saya, SUMPAH . Konon tidak etis mengungkit-ngungkit gaji, hahahahaha, meski ada blog populer sekali karena rajin membahas standar gaji. Buat para Spongebob-er seperti saya (baca: dosen) yang harus rela kerja tanpa dibayar, tabu meributkan soal pergajian . Tapi ini serius, lupakan gaji, yang menarik buat saya adalah: Uang pangkal dan SPP mahasiswa..

*Sigh*

Biaya masuk 100jt, SPP per semester 9jt, Praktikum 2.5jt.

“ini kedokteran termurah ke-4 di Jakarta lho Mbak”, demikian kata staf administrasi di sana.

Hiks. Jadi, masih ada yang lebih mahal?

Pertama kali datang ke PTS itu, saya terpesona dengan mahasiswa-mahasiswa berjubah putih. Keren. Ingatan saya ke anak tertua saya, si Kaka Rifqi, membayangkan dia menjadi mahasiswa kedokteran. . Meski cita-cita dia begitu konsisten: pembuat game; barangkali saya sedikit demi sedikit menunjukkan bahwa dunia itu begitu luas dan indah (tidak sebatas game), termasuk dunia kedokteran. Mungkin ga ya, saya mempunyai anak seorang dokter? Hehehe, padahal baru saja dia masuk SMP

Tapi ini tahun 2008. Enam tahun lagi si Kaka kuliah. Enam tahun itu tidak akan terasa lho. Ingatkan inflasi berapa persen setahun? Jadi berapa biaya kuliah tahun 2014? Huh, benarkah apa kata Safir Senduk, ato ilustrasi-ilustras asuransi pendidikan yang saya dapatkan brosurnya. Ato iklan bank yang menyebalkan itu !

Hiks. Saya pikir ITB (dan SBM), sudah sangat mahal. Saya juga dengar biaya sekolah (kedokteran) di Bandung pun sangat tinggi. Tapi tetep saja ketika statement mahal itu dikonversi ke dalam bentuk angka, gleg, shock tetap terasa. Yeah.. itulah hidup ya? Let’s MOVE ON!

Btw ini nih ilustrasi dari brosur asuransi. Percaya? Omong-omong, saya ini agak tergila-gila aktuaria; kenapa ga S2 nya aktuaria aja ya? (Hayoh, kemarin ingin jadi dokter, sekarang ingin jadi aktuari-er?)

Jenjang Pendidikan Biaya Saat ini Proyeksi Biaya (inflasi 8%)
2 tahun 5 tahun 10 tahun 18
TK 11.000.000 12.830.000
SD 28.000.000 32.659.3200 41.141.000
SMP 28.000.000 32.659.3200 41.141.000 60.449.900
SMA 30.000.000 34.992.000 44.080.000 64.768.000
Univ 140.000.000 163.300.000 205.700.000 302.250.000 560.000.000

18 Responses to “Biaya Kuliah (ke-Dokter-an)”

  1. dvh Says:

    Kalau mau saving biaya pendidikan anak, ada bainya dalam bentuk Dinar [koin emas 22 K berat 4,25 gram]. http://www.wakalasauqi.blogspot.com Insya Allah tidak tergerus oleh inflasi dan aman dari RIBA.

    Salam kenal dari saya

    Wassalam
    Devid Hardi
    [Orang yang tidak terkenal :D]

  2. Oemar Bakrie Says:

    Kalau biaya kuliah kedokteran begitu mahal, setelah jadi dokter trus pendapatannya berapa dan dari mana saja ya ??? Ah … nggak kebayang … jadi ngeri kalau di-analogi-kan dengan biaya untuk jadi calon kepala daerah lalu setelah menjabat trus apa saja yg dilakukan untuk mengembalikan biaya (memang sih nggak bisa disamain tapi …)

  3. anikeren Says:

    Wah…
    Jangankan mikirin biaya kuliah kedokteran, nyari sekolah SMP n buk paket SD saja sudah mumet nih (yang katanya ada Buku Sekolah Elektronik, sayangnya hanya sebatas janji). Lama – lama jadi mikir, ada apa nggak ada pemerintah sama saja, tambah mahal n sulit.
    minyak tanah dah hilang, gas langka n mahal, listrik byar pet, sekolah mahal…Cuman parpol aja yang murah ya ?(banyak stock soalnya:).

    Wassalam
    http://moedjionosadikin.wordpress.com

  4. -eos Says:

    “..membayangkan dia menjadi mahasiswa kedokteran. . Meski cita-cita dia begitu konsisten: pembuat game..” by pbasari

    hehehe… cita-cita bisa berubah kalau sudah besar Yi…
    Saya waktu kecil bercita-cita jadi Astronout, senang mempelajari ilmu perbintangan dan mengamatinya malam-malam maupun subuh-subuh…, terus berubah ingin jadi petani yang nb juga guru… tanpa meninggalkan kesukaan akan astronomi…
    Tapi ternyata sekarang…. “jadi pembuat game anak-anak.. hehehehe..”


  5. @devid, eh tks, saya minat lho invest ke emas; tapi baru punya satu mas neh, asal yogya😀

    @pa oemar, kalo saya ingatnya di pekerjaan: kalo mau masuk PNS harus sedia uang sekian sekian juga. aga mikir jadinya, kapan BEP hehehehe. kuliah juga sama ya, kapan balik modalnya ! tapi kalo kuliah, saya mikirnya kan belajar, balik modalnya intangible kali ye; kaleee

    @anikeren, mas mudji. sing sabar. tapi saya baru dengar itu e-book untuk buku sd smp?

    @puspa, nah, achievement nya puspa ok banget kan, meski ga sesuai cita2😀 eh btw pus, saya pengen belajar aktuaria, kita jualan sw aktuaria yuk, gimana gimana.. (bisnis mode on nih)

  6. -eos Says:

    hmmmm… kedengaranya merdu juga Yi… OK juga tuh…
    .. dari Astronout.. ke.. bisnis sw aktuaria…
    (bener-bener menjelajah dunia nih…)

  7. dvh Says:

    Mas Yogya nya cukup satu aja bu😀, tapi kalau punya planning jangka panjang rasanya paling tepat memang di emas. Masa orang pintar mau ‘dibohongi’ dan ‘dirampok’ terus oleh kalimat sakti INFLASI. Info tentang koin dinar emas juga sudah tersedia setiap hari diharian Republika sekarang. Bagian ekonomi syariah

  8. dvh Says:

    Hmmm…
    kayanya estimasi inflasinya (8%) udah harus di revisi😀

  9. sinta Says:

    Wahhhh….
    mg bner yUA,,,
    biaya kuLiah kedokteran tuch mahal banget..
    padahal cita” saya dari kecil pengen jadi dokter tapi sayang orang tua saya malah masukin ke sekolah kejuruan ngambiL TI…
    bLeh doNk Pak / BU saya sharing tentang masalah iLmu kedokteran …
    yUa walaupUn saya tidak jadi dokter tapi saya boleh tahu donk dunia dokter tuch seperti apa?
    …….
    thaNKs salam kenal Sinta

  10. pbasari Says:

    hai sinta, sayangnya saya bukan dokter🙂

    kita perbanyak saja kenal dengan dokter, ikutin milis-milis kesehatan dan dokter-dokter.

    semoga bisa mengobati kerinduan menjadi dokter🙂

  11. Ermei Says:

    Kalo FK termurah di indonesia dimana ya?
    Trus biayanya berapa?

  12. Nina wahyu Says:

    Yang saya tahu ternyata menurut orang malaysia dan india,kuliah kedokteran di Indonesia termasuk murah, banyak sekali yg kuliah di fk unpad dan ugm jalur mandiri

  13. Nina wahyu Says:

    Mengenai nabung dinar/emas, sy setuju sekali krn sdh pernah mengalami sewkt anak mau masuk sd swasta islam,kami tdk punya biaya, Alhamdulillah dg menjual 1 dinar yg sy beli 7 thn yg lalu,cukup utk membayar uang masuk.

  14. Nina wahyu Says:

    Sy baru saja mendaftarkan anak sy yg lulus fk yarsi gelombang pertama, begitu diumumkan lulus des2013, sy harus setor 150 juta, okt 2014 di hrskan bayar lg sebesar 50 juta, biaya2 fk swasta bisa dilihat di website masing2 pts


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: