Life is a matter of choice

August 11, 2008

kurenungi sms dari seorang teman..

hidup itu pilihan:

  • orang moden, memilih keluarga
  • orang egois, memilih karir
  • orang bodoh (kayak saya), memilih kerja
  • orang tak berdaya, ga punya pilihan

dan dia yang menuliskan (kayak saya), entah menggambarkan apa yang dia rasakan, bahwa sehari-harinya hidup dihabiskannya untuk bekerja dan bekerja..

betulkah hanya ada 4 pilihan tersebut?
ada opsi lain? ok, saya rada ga percaya bahwa ada orang yang tidak punya pilihan. buar saya, pilihan itu selalu ada, termasuk saya memilih menangis hehehehehe instead jaim dan pura-pura everything’s ok (kalo saya tidak sampai menangis, artinya memang semua baik-baik saja). tapi ini konteks di pekerjaan dan kehidupan deng, mari kita fokuskan..

ok, ada orang yang tak berdaya alias sulit sekali mendapatkan pekerjaan dan jika mendapatkan pekerjaan yang tidak enak; tidak punya pilihan lain. tapi tapi (ngeyel mode_on); tetap ada doung pilihan:

  • keluar!, atau
  • cari celah happiness (atau peluang, be smart atuh), atau
  • ihlas pasrah menunggu pangeran berbaju putih datang menjemput (ih ini kebanyakan nonton fairy tales! emang cinderelllaaa?). atau, yaaa
  • bersikap jahat dan licix seperti di sinetron2 indonesia (yang matanya mendelik-delik)..

tetap punya pilihan kan?

tapi saya hargai sms rekan saya tersebut. ok. saya mengibaratkan ini seperti level CMM dalam Software: Capability Mature Model (eu? teu nyambung kali ya?) dengan level 3 sampai dengan level 0. Hidup itu pilihan, dan pilihan menunjukkan kematangan seseorang..

  1. jika mementingkan keluarga, contoh para ibu karir keluar pekerjaan demi asi ekslusif, itu saya sebut level 3
  2. jika mementingkan karir, contoh keluarga dengan pasukan pembantu – sopir – nanny, itu saya sebut level 2
  3. jika mementingkan pekerjaan (mungkin karena terpaksa bekerja), saya sebut level 1
  4. jika tak berdaya, saya sebut level 0

perbedaan mendasar antara level 2 dan level 1 adalah pada level 2, pencapaian maksimum. sedangkan pada level 1, tidak ada achievement yang significant dan memorable. Misalnya, menjadi mentri. See?

Saya sendiri merasa saya ada di level 3, hehehe, dengan pertimbangan SELALU memilih pekerjaan yang LUAR BIASA LUWES waktu tentu karena memprioritaskan keluarga. tapi saya sadari, jangan-jangan bahwa saya ini sebenernya seperti teman saya itu, ada di level 1.. alias terpaksa bekerja (keras) karena bodoh. Ato bodoh banget kenapa mau aja kerja (keras), tapi tanpa achievement dan mengorbankan keluarga.. AH

Ato bahkan jangan-jangan.. saya ada di level 0, alias tidak berdaya ! Eh tidak deng, tidak mungkin saya tidak berdaya😀. Tapi pasti saya sebenernya ada di level 1, bodoh – tapi ngakunya di level 3.. hiks.. Am I? IYA!

Ingin sekali pindah ke level 2, tapi kata temen saya itu kan egois – pasti mengorbankan sesuatu; hidup kan thread off?

Tiba-tiba (sebenernya ga tiba-tiba sih, malah sering hehehehe) saya merasa harus intropeksi diri, hiks.. atau ini hanya masalah paradigma saja? Bagaimana kita memandang hidup dan pilihan hidup kita? Hehehe.. ah dasar teman saya tidak bertanggung jawab, memberi sms tapi tidak menjabarkannya !

Tapi anda sendiri merasa bagaimana?

-a-

4 Responses to “Life is a matter of choice”

  1. Oemar Bakrie Says:

    Kalau dosen katanya “terlalu banyak pilihan” atau malah “terlalu banyak godaan” di luar, jadinya nggak fokus … hehehe …

  2. pbasari Says:

    ah pa eomar..
    maksutnya godaan apa ini, bukan godaan mahasiswi cantik kan?😀

  3. Oemar Bakrie Says:

    Justru “godaan” dari luar kampus, pastinya bukan mahasiswi …

  4. pbasari Says:

    godaan dari mahasiswi cantik di luar kampus? (keukeuh.. hihihi)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: