Billyard billyard

November 30, 2008

Dipaksa mengubur impian, luput berbagai recana tahunan. Adjustment sana-sini, melelahkan fisik dan mental, jiwa dan raga. Tapi sure, berjuang itu asik, tidak boleh frustasi, karena dibalik kegagalan ada keberhasilan, di balik kesusahan ada kemudahan. Semuanya itu.. memuazkan!

Tapi tetap saja butuh penghiburan.. meluapkan rasa, memekakkan jiwa: I WANNA FEEL FREEEEE..
Alih-alih penghiburan yang menyesatkan; aku mencari penghiburan bersama mas. Dan kali ini mas mengajakku dan mengajariku.. billyard.

Ah billyard, aku tuh sama sekali tidak berbakat dengan bola-bola yang harus disodok dan dilomba-lomba dimasukkan ke lubang sesuai urutan. Jangankan untuk menerapkan ilmu pantulan (sudut datang sama dengan sudut pantul?) menyodok sebuah bola saja, rasanya sulit. Mungkin karena mata kananku yang bermasalah, yaitu minus 13, sedangkan mata kiriku hanya minus 3.5, perbedaan yang besar menyebabkan pandangan jauh tidak sesuai. Menyedihkan, mengingatkanku pada tokoh Kucai di Laskar Pelangi yang jereng (eh saya ga gitu2 amet koq). Jangankan billyard ah, karambolpun aku tidak bisa😀.

Tapi adalah menarik mencoba sesuatu yang baru😉

Aku hanya mengandalkan warna-warna bola bukan angka-angka yang tercetak di permukaan bola; dan mas sangat baik hati menunjukkan bola mata yang saatnya disodok😛. Ditambah sedikit pujian (basa basi!), ato petunjuk langsung dari mas ato keputusasaan dia karena aku ga berhasil menyodoknya hehehe. Hasilnya, cangkeul (pegal -red), karena posisi lenganku salah melulu. Doh, menyodok bola saja tidak bisa?!

Hm.. what the hell dengan billyardnya, seperti kurang kerjaan banget sih; bola dikeluarkan, lalu harus dimasukkan satu-satu, mana harus berurutan lagi kan? Tapi yang penting buatku adalah melewatkan waktu bersama. Tidak perlu ada bahasan penting, tidak perlu ada kata-kata berat atau bijak. Yang ada adalah bersama-sama memperjuangkan agar semua bola masuk ke lubang sesuai dengan urutannya.

Yah, begitulah, ibarat hidup ini; semua hal harus diselesaikan satu-satu dengan sabar, sesuai urutan yang ibaratnya adalah prioritas. Jikalau ada bola yang menghadang bola lain yang seharusnya giliran dimasukkan, kita harus mencari akal agar tetap dapat menyodok bola yang seharusnya. Meski perlu berbagai gaya menyodok (misalnya dengan memantulkan bola putih, arrhhh i hate pelajaran sudut datang = sudut pantul!!!). Tapi itu lah rintangan, itulah tantangan.

Dan barangkali aku tidak berbakat bermain billyard, tapi aku senang sekali melewatkan waktu bersama orang yang aku cintai. Profil mas dari samping, yang tak pernah bosan kupandangi; seperti saat pertama duduk berdampingan (dan mas asik membuatkan IRCBot :D). Dia lebih enak dipandang dari samping, dan aku mencintainya.. hiks

Dalam hati kuberkata, aku ingin kita selalu bersama-sama, memasukkan bola-bola itu; satu demi satu.. kita saling menjaga; bukan bersaing. Tujuan kita bukan yang paling banyak memasukkan bola, tapi menuntaskan permainan dan semua bola sialan itu masuk ke lubangnya masing-masing; dengan urutan yang seharusnya.

Begitulah hidup ini kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: