Kawat-kawat Gigi

May 28, 2009

Masih terkait episode the Simpson hehe, Last Exit to Springfield; gambar Liza Simpson dan kawat giginya yang buruk. Apa betul segitunya?😀.

Saya pernah mengenakan kawat gigi sewaktu kuliah, sekitar tahun 93-95. Di dokter gigi Ekky Suriasoemantri. Kawat gigi permanen, terbuat dari porselen, seharga 2.75jt rupiah [sebelum krismon 98]. Hasilnya? ihi, koq seperti ga ngaruh ya, ha ha.. Jangan salahkan kawat gigi anda, tapi salah giginya😀

Belakangan saya mencari orthodontist yang bagus untuk memasangkan kawat gigi untuk si Kaka, anak saya yang berusia 13 tahun. Rupanya rahangnya sempit sedang gigi besar-besar. Jadinya tumbuh berantakan dan cross-back. Kami menunggu gigi tetapnya tumbuh, dan tentu menunggu tabungan saya mencukupi😉.

Saya sendiri pun ingin menata gigi saya kembali, tapi pikir-pikir untuk apa ya? Secara estetis, saya sudah mentok😛. Mau dipercantik apa lagi? Hihihihi.. Mending uangnya untuk cari asuransi kesehatan [angger] atau biaya  kuliah si Kaka nanti di SBM – ITB [angger].

Huntinglah saya, fokus untuk gigi si Kaka. Aih rupanya harga kawat gigi itu melonjak. Harga kawat dengan biji porselen, rupanya hampir 2 kali non perselen. Di Hermina, kawat gigi dengan bijin non porselen ditawarkan sekitar 8 juta sampai dengan 10 juta. Di RSHS bisa lebih murah, 5 jt untuk kawat bukan porselen. Di Fakultas Kedokteran Gigi – UNPAD, bisa seharga 2-3 jt, akan tetapi antri 1 tahun. Kabarnya harga di orthodontist saya – dokter Ekky- mencapai 20jt.

Wah. Eungap lagi deh🙂

-a-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: