Otak Kosong!

November 2, 2009

Nangis deh..

Sudah mah senin-jum’at keluar rumah, pagi sampai sore bahkan malam.  Hari kamis, malah pulang tengah malam. Sabtu masih harus ke Unpas, mengurusi bimbingan. Minggu pun, masih harus ngerjain PR.

Hasilnya? Eu, Nothing ! PR belum kelar.. Tak 1 paragraf pun saya selesaikan.

Beginilah rasanya berotak kosong. Jadi teringat quote fave saya:  “jangan menghadap saya dengan membawa otak kosong!” Itu rasanya isue hangat jaman kami menghadapi Tugas Akhir🙂. Akibatnya, 50% dari angkatan kami lulus lambat waktu hehehe, karena tidak berani bimbingan dengan membawa otak kosong.

Ini kembali ke definisi, otak kosong itu apa? Kan otak itu sudah ada volumenya, hehehe. Tentu itu hanya ungkapa, otak kosong artinya tidak siap atau tidak menyiapkan apapun. Sehingga hanya bermodal badan dan sederet pertanyaan.

Omong-omong soal kosong, ada jadi teringat hal klasik  gelas berisi air setengah. Selalu saja ditanyakan,  kita lihat setengah kosong atau setengah isi? Iya gitu, harusnya kita pandang sebagai setengah isi?

Kalo memandang di luar diri, tentu apapun harus kita syukuri dan anggaplah melihat setengah isi. Namun kenapa jika memandang diri, sebagai setengah isi, apa artinya kita lupa bahwa bahwa banyak hal yang belum diraih dan harus segera dicapai? Diri ini harus selalu saja seperti gelas setengah kosong !

Betul?

Padahal apa bedanya diri dan di luar diri? Keduanya adalah hadiah dari Yang Maha Memberi.

Ini pasti dikarenakan dogma (diri) bahwa manusia adalah penanggung jawab atas dirinya. Segala sesuatu akan terjadi sesuai dengan apa yang dilakukan, bukan faktor dari luar, faktor apapun. Takdir adalah atribut, valuenya tergantung bagaimana kita mengisinya. Salah ya?😛.

Tapi bukan itu juga. Bersikap keras pada diri, yaitu selalu melihat diri adalah kosong dan harus diisi, merupakan persiapan menghadapi kekerasan di luar sana. Harusnya menjadi cambuk, pemicu semangat. Tapi koq malah jadi desperado  mode? Salah nih😛

Gimanapun otak ini terasa kosong, karena tidak ada informasi apapun yang tersangkut. Apa ini gara-gara adanya Global Brain. Cukup bermodalkan koneksi, kita dapatkan informasi apapun. Lalu, kenapa berjuta Giga memori di kepala kita tak terisi? Ato salah (lagi) ya?! Ini tidak bisa mengolah, yang rusak adalah di pemroses. Huah.. nangis deh. Otak ada, kosong ga, tapi ga bisa diolah. Beku. Beku.

Ah sutra lah. 1 paragraf PR tak bisa saya selesaikan, kenapa 1 entry blog malah lancar saya buatkan..

(Kembali ke PR)

 

2 Responses to “Otak Kosong!”

  1. pebbie Says:

    terlalu banyak yang dipikirkan selain PR.. jadi untuk PR serasa nggak dapat jatah dipikirin.. hehehe

  2. pbasari Says:

    pebbie, hehehe..

    kalo cuman mikirin pr, deep tp ga wide
    kalo terlalu banyak yang dipikirin (pr dan teman2), wide ga ada yang deep..

    harus dicari optimalnya

    kalo saya, pasti banyak overhead ga jelas😛
    dari satu pikiran ke pikiran lain; ga efisien
    susah tune in

    tapi kalo disuruh 1 fokus; ga tahan bosaaan😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: