Sang Penjelajah Alam (Jamadagni)

April 22, 2012

Terkejut rasanya membaca berita tentang wafatnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kita, Prof. Widjajono Partowidagdo di Gunung Tambora terkejut. Saya tidak kenal beliau, tetapi sering menyaksikannya di media elektronik, apalagi baru-baru saja kisruh tentang BBM, wajah beliau sangat familiar dengan rambutnya yang khas, gondrong. Membayangkan profesor dengan kelahiran 1951, masih aktif mendaki gunung. Terlebih membaca kilasan tentang curhat terakhir beliau di milis , bagaimana sehatnya pola hidup beliau. Mengesankan hebat.  Tetapi maut memang sudah menjadi suratan, dia begitu dekat dan tak seorang pun dapat menghalaunya, pun beliau atau kita sedih. Saya kutip doa beliau:

“Tuhan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang, aku sayang kepadaMu dan sayangilah aku. Tuhan Engkau Maha Pencipta, segala kehendakMu terjadi.”

Lalu saya memohon apa yang saya mau… (dan diakhiri dengan mengucap)

“Terima kasih Tuhan atas karuniaMu.”

*Selamat jalan Pak Wid.. berdoa

Tapi sepertinya bukan gara-gara berita tersebut, saya semalaman terus memikirkan Kaka cemas. Kaka yang sedang berangkat ke Ciwidey bersama Penjelajah Alam dari sekolahnya, Jamadagni. Mereka berlatih menjelajahi gunung, mendaki Tikukur dan kemudian Kolotok dan finish di Rancaupas. Ibu hanya ngerti Rancaupas, tempat OS ibu (di OS dan meng – OS) tahun 1991-1992. Lainnya, tidak tahu saya tidak tahu. Ibu bukan seorang pendaki gunung, bukan seorang penjelajah alam. Mencoba tidak memetakan berita pak Wid dengan kegiatan sang anak, itu energi yang sangat negatif terhipnotis, hanya memperpanjang serial Galau sang Ibu. Kaka akan baik-baik saja, pun teman-temannya. Di Jamadagni justru anak-anak diberi pelajaran bagaimana menjelajah alam dengan benar, dengan tertib, tidak serampangan dan so` so` an, serta hormat kepada alam peluk erat.

Teringat ketika awal pendaftaran SMA 3, ada spanduk besar tentang kegiatan ekspedisi ke Gunung Batur (kalo ga salah) dari Jamadagni. Foto-foto sang anak yang akan berangkat ekspedisi disertakan di spanduk tersebut. Cute senang. Saya tawarkan Kaka untuk ikut kegiatan tersebut, Kaka tampak tidak tertarik. Berikutnya dia memilih ekskul basket. Sampai suatu ketika Kaka lapor akan ikut  Jamadagni sebagai angkatan XXXVI dan bersiap mengikuti pendidikan dasar di Situ Lembang. Sedikit berkeluh karena harus memilih antara basket dan Jamadagni (yang kegiatannya bentrok2, pun dengan ekskul lainnya), dia memantapkan diri memilih Jamadagni. Menurutnya, Jamadagni diselesaikan pada saat kelas 1 sampai menjadi Anggota Tetap, selanjutnya di kelas 2 akan aktif basket kembali sampai ke Liga Basket antar SMA. (Lho kapan belajarnya? marahKelas 2 Ibu mau memasukan Kaka ke bimbel lho berpikir ).

Tapi bagaimana pun, Ibu senang. Barangkali akrab dengan alam akan membuat Kaka melupakan Warcraftnya setan (tetapi ternyata tidak menangis). Ayah pun mendukung, dengan bukti mengantar membeli peralatan pendidikan dasar mulai dari yang mahal seperti ransel sampai dengan perintil2 seperti benang dan jarum. Lalu mereka so` tau mencari Cimol untuk membeli baju flannel. Katanya Cimol ada di Kosambi, padahal kan di Gede bage hi..hi..hi? Ayah dan anak yang nyasar jangan bilang siapapun. Ibu mendukung dengan bukti dengan ibu lah yang bersih-bersih peralatan setiap pulang dari kegiatan penjelajahan.metal!!

Kegiatan pendidikan dasar berlangsung di Situ Lembang. Tempat yang indah sepertinya, ibu belum pernah ke sana. Sebelum berangkat, ada serangkaian kegiatan peningkatan fisik mereka, push up terus kali ya? Dari 63 anak yang berminat pendidikan dasar, 31 yang betul-betul berangkat, dan 3 diantaranya tidak dapat melanjutkan pendidikan. Sisanya dinyatakan sebagai Anggota Muda. [Sumber foto: fb Iwan Hainim]

Selanjutnya ada kegiatan-kegiatan menuju penetapan sebagai Anggota Tetap, yaitu berbagai penjelajahan. Saya tidak ingat kemana saja Kaka pergi menjelajah. Nanti saya cek catatannya belajar. Tiba-tiba saja ijin berangkat ke anu, kemudian ke anu. Ibu tidak akan sempat say NO, hiks, sudah mengijinkan kaka gabung di jamadagni artinya mengijinkan kaka seterusnya mengikuti semua kegiatan. Itu namanya one stop license kali yee? License seumur hidup, tidak perlu perpanjangan lagi. Puncak kegiatan mereka adalah Ekspedisi, ntah tahun ini akan kemana ekspedisi mereka. Ini contoh ekspedisi. [Sumber foto: http://am34jamadagni.blogspot.com/]

Keren.. *tapi bikin ibu ketar-ketir.. ketakutan

Dua hari lalu, ujug2 lapor (bukan minta ijin), “besok ke Ciwidey”. Beuh. Padahal lagi sering hujan besar. Ibu tidak bisa tidak memberi ijin, karena ibu yakin Insya Allah semuanya baik-baik saja. Ibu juga tidak keberatan jika siap-siap mencuci kaos kaki bulukan lagi (siapkan rinso cair yang banyak) atau buang saja lah tersenyum lebar. Tapi ibu sering galau karena Kaka tidak (bisa) memberi kabar posisi-posisinya. Jadi ibu hanya tahu dia berangkat dan pulang. Ibarat testing black box, ibu tidak tahu daleman kegiatannya. hiks. Tapi alhamdulillah, penjelajahan kali ini dilengkapi dengan sms dari siswa yang konon sebagai sie komunikasi. Lucu rasanya membaca sms-sms reporting darinya pada tiap milestones. Harusnya ditwit aja kali yaaa Nak, biar bisa di RT, siapa tahu jadi trending topic menjulurkan lidah. “Sekarang baru berangkat”. “Alhamdulillah sudah sampai sesuai rencana”. “Lagi pada sarapan”. “Tidak ada yang kurang apapun”. dll. Lama-lama ibu bacanya, jadi terharu sendiri melamun. “Doain ya om, tante”. Ibu jadi terbayang, pasti anak-anak sedang besenang-senang, bahagia bersama alam. Kami tunggu di rumah, nanti siap menjemput. peluk erat

Yah, mudah-mudahan ibu dan ayah serta adik-adik bisa tertular menjelajah alam juga ya Ka. Semoga bisa sampai tua seperti pak Wid, terus menjadi penjelajah alam, cinta dan dekat kepada alam.

Pendidikan Dasar Jamadagni Angkatan XXXVI @Situ Lembang, sumber foto Sumber foto: fb Iwan Hainim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: