Anakmu Bukanlah Anakmu (Khalil Gibran)

May 26, 2014

Malam ini, menunggu gerbang http://snmptn.itb.ac.id/ dibuka. Nyaris tanpa harapan, karena jalur snmptn ini mengharuskan kepemilikan raport selama 5 semester dengan nilai konstant dan membaik. Dan atas dasar pilihan bahwa “nilai bukan segala-galanya”, kriteria itu tidak akan bisa terpenuhi. Pilihan yang pahit, tapi barangkali karena kurang berpengalaman saja. Buktinya, banyak anak-anak lain yang bisa koq, ya pintar ya berkarakter. Knowledge is power but character is more, ya kan?

Sedih itu ada, tapi ah sudahlah. Just let it go..

Setiap ada konflik ataupun keberuntungan sebuah prestasi, setiap itu pula saya mengingatkan kembali atas hakekat hubungan antara ibu dan anak. Ya, kalo semua itu adalah kehidupannya, tak sepatutnya seorang ibu seolah-olah memiliki peran yang lebih utama. Ini tentang sang anak, bukan tentang sang orang tua. Meski tentu, selalu ada kontribusi, timbal balik. Namun kadang, terlalu lebayyyy menanggapinya; karena lebay is in this blood😀.

Seperti malam ini, atau malam-malam penentuan simpangan kehidupan anak, ibulah yang lebih galau (ibulau) dibandingkan si pemeran utama, yaitu sang anak. Untuk itulah, saya selalu mengingat puisi ini, puisi cantik dari Khalil Gibran. Saya selalu mengingatkan diri ini: Anak itu adalah amanah, tugas kita menjaga amanah ini dengan baik bukan mengambil perannya. Berilah teladan, dukungan nyata, dan tentu doa. 

Anak Anakmu (Kahlil Gibran)

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

One Response to “Anakmu Bukanlah Anakmu (Khalil Gibran)”


  1. […] dalam mengurusi studi dan riset , tapi boleh lah tuk malam ini.. Saya betul-betul galau terkait SNMPTN dan SBMPTN dan seputarnya (sementara sang boga lalakon sih tampak cool cool saja, saya yang ga bisa tidur sampai sekarang […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: