One Fine Day

March 13, 2016

Mata sudah sipit sepet. Tapi masih ada janji 😢. Dan masih nunggu email  yang jangan-jangan PHP. Agar otak tidak kribo, saya mau menulis saja. (terus beresin janjinya kapan?)

Saya mau cerita tentang one fine day di minggu ini. eh tahu one fine day? itu loh, fOne_Fine_Day_(1996_film)_posterilmnya George Clooney dan Michelle Pfeiffer; komedi romantik begitu deh 😍 pada suatu hari di sebuah daycare. Sebenarnya saya lupa detailnya, cuman suka banget sama judulnya. One fine day.

One fine day saya di minggu ini ada di hari Kamis. Sebelum subuh teteh membangunkan saya, meminjam HP agar bisa mengontak sahabatnya. Ada tahajud call. Anak-anak saling membangunkan, secara berantai. Lucu juga 😍 . Karena sahabatnya itu linenya sedang rusak (you know, anak2 kan pakenya line); maka teteh meminjam hp saya untuk wa ibunda sang sahabat. ini sih jadi komunikasi antar bunda πŸ˜‰.

Saya lalu turut bangun, turut tahajud lalu sahur bersama, alhamdulillah πŸ’›. Orang bilang, punya anak itu membuat kita jadi belajar menjadi orang yang lebih baik. Mungkin karena itu ya, makanya anak disebut amanah πŸ’›πŸ’›.

Jadilah kamis itu saya puasa berdua. Merenung. Jika Allah memberikan anak sholehah untuk saya, apakah karena saya memang orang tua baik atau justru orang yang harus ditolong anak ketika saya ada di alam barzah nanti? ah jangan suka mikir ruwet, kribo nanti.

Paginya, saya minta teteh berangkat duluan dengan mas; takut telat karena ade masih tidur lelap. Karena itu pagi itu saya antar ade agak siangan. berangkat sekolah berdua πŸ’›, naxi berdua πŸ’ž. Fave moment itu jika pergi berdua anak. Just two of us πŸ’žπŸ’ž. Btw. taxinya lucu, ada print an struk argo, tapi kertasnya habis. Euh.

Selesai antar, saya buru-buru menemui kedua sahabat saya di cafe halaman. untuk menuntaskan review beberapa makalah sebuah konferensi πŸ“. Di situ kadang saya merasa sedih ya, review iya; lah aku nulisnya kapan? nelitinya kapan? bikin produknya kapan? 😱

Tapi memang menyenangkan, coffee morning bersama sahabat hebat-hebat yang penuh energi. Coffee morning, tapi sayanya puasa 😷.

Sementara itu, kakak mengirim mesg via line. Mesg dari kakak setara membahagiakannya dengan twit an kita di-like oleh Harry Styles (ibubay, ibu2 lebay). Pamitan mau menemui seseorang. Wah kepo saya kumat akut. Meski deg-degan takut PHP. You know, hati ini akan terasa sakit luar biasa bila terjadi hal yang menyakitkan anak. Dan diantara 3 anak, cuman kakak yang membuat saya gloomy – yellow naik turun. He’s so special. (ya iya lah, ibunya yang ngomong πŸ˜„πŸ˜„). Eh ga tau juga deng, kalo teteh dan ade nanti sudah remaja 😱

Setelah beres urusan dengan dua sahabat itu, saya pun bertemu mas sebentar. euh. mendiskusikan beberapa hal. yang tercampur-campur semuanya 😣😣. apa dulu sih yang sebenernya harus diselesaikan? ha ha.. semua deadline 😨. Mas ini lucu, ga bisa berhenti merokok. tapi setidaknya ga merokok ketika bersama saya (dan anak-anak). kalo saya ke toilet, dia mengambil kesempatan itu untuk merokok. dan ketika saya kembali memergokinya merokok; mas cuman tersenyum dan mematikan rokoknya. jangan bilang-bilang ya, sebenernya saya seneng melihatnya πŸ˜†. a bad boy always steals this heart 😈. tapi kan saya harus jaim 😎. no more smoking ! 😑

Siang hari, saya ke kampus if-unpas. ruangan saya masih juga belum saya tata 😌 tapi sudah banyak pr menanti. kami lalu rapat sekitar 5 jam 😱. diakhiri dengan kopi dan kue balok β˜•. PS: dan saya masih puasa.

Sore hari, kamis sore; biasanya kami pergi ke Dislitbang AU untuk antar teteh wushu. Anak-anak wushu, para parents yang maha baik ini menunggui sambil berdiskusi. Tapi sore ini kami tidak akan wushu. Terlalu sore. Lagian saya janji ke rumah sahabat, pasangan favorit saya, untuk kumpul. katanya kambing guling πŸ‘. to be honest; saya kan ga makan kambing 😷. tapi saya tetap datang, Mas pick up anak-anak, jemput saya lalu berangkat bersama. Lalu kami numpang buka puasa ☺️. Semoga barakah ya, memberi makan yang berpuasa 😘.

Hari itu saya tutup dengan tertidur lelap; padahal masih ada janji. Dan terbangun karena kaki kanan yang semakin nyeri πŸ˜„. Ending yang aneh.

Begitulah one fine day saya. Sebetulnya tiap hari juga fine day. Tapi kadang ada day favorit. Day favorit saya adalah ketika bersama anak satu per satu, bertemu teman yang inspiratip (pake pe), dan bekerja bersama mas – best partner.. in crime 😎.

Nah bagaimana one fine day kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: