Unfinished Business

March 18, 2016

Beberapa hari lalu saya melihat mas membaca blog saya. Tumben. Mungkin dia sebenarnya pembaca setia *GR GR deh sekalian. Mas balik bertanya, “kenapa nge blog lagi?” *see, he’s watching me kan? .. oh can you see, you belong to me ๐ŸŽถ๐ŸŽถ

Saya lalu menjawab.. Stress, mas.

(Hehe.. sini yang stress, sini yang nulis. Kenapa juga situ turut baca kalo don’t care sekadar kepo).

Sebenarnya bukan stress, biasa aja. Cuman sedikit gelisah. Keluar dari comfort zone dan mengambil resiko bertanggung jawab yang lebih besar. Ingat quote terkenal uncle bill?ย  “With Great Power Comes Great Responsibility”. Lah kalo menghadapi great responsibility, apakah emang aku punya great power itu? AH sudah lah, Tuhan pasti akan menolong.

Sebenarnya beberapa hari belakangan ini saya terganggu sekali. Ingat mamah. Ingat ustad Darlis Furqan. Ingat am a bad bad creature. “Terus kalo saya mati, akankah saya ada di alam barzah yang sama dengan mamah, Stad?” Pertanyaan yang aneh.

Kemarin saya datang ke sidang terbuka salah satu teman saya yang hebat, luar biasa. Turut terharu melihat kebahagiaanย  semuanya, termasuk sang ibunda. Saya jadi teri12841302_10207051367217225_9057489802238155799_ongat, mamah (Sidang terbuka saya adalah last moment bersama mamah). Salah saya juga, di sidang terbuka teman saya itu saya malah browsing happy page dan malah nemu tentang “Happiness is thinking of my mom”. Lah kenapa saya malah ga happy? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Ini salah saya. Ketika hari minggu rapat, saya pamit duluan karena Ade terasa menghangat. Tapi tempting untuk mampir ke pengajian bulanan begitu kuat. Topiknya menarik, wisata kampung akhirat, persiapan menghadapi kematian. Meski saya males sekali membahas tentang kematian. (Aku tuh ga mau mati, kecuali di saat melahirkan). Tapi saya pengen sekali ketemu ustadnya untuk menanyakan banyak hal. Apalagi ternyata Emil datang ! waaa ada Emiiill ๐Ÿ˜๐Ÿ˜.. Langsung saya pesan uber (yeaaayy! akhirnya saya kekinian juga pake uber) untuk mengejar Emil.. eh mengejar pengajian. Karena telat, saya ga ketemu Emil ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ tapi saya masih bisa ketemu Ustadnya yang sudah hampir pulang.

Saya mengejar pak Ustad ke dekat gerbang. dan kemudian bertanya tentang alam barzah, tentang mamah, tentang banyak hal. Ustad yang sabar itu menjelaskan dan mencoba menjawab pertanyaan2 bodoh saya. When i started to cry, ustad itu memandang saya dan suddenly i feel so stupid hihihihi.. (lalu saya pamitan)

Sebenarnya saya ga tau apa yang menyebabkan saya lebay begini โ˜บ๏ธ. Sedikit saja ada tentang mamah, saya pasti menangis. Sepertinya ada an unfinished business ya?๐Ÿ™‚ I dun know. So. Should i face it? *i can face it,ย  i can taste it. Life is real ๐ŸŽถ. Atau Should i let it go? *let it go, let it go. That perfect girl is gone! ๐ŸŽถ Mungkin saya pilih untuk menyanyi saja. *ubek2 youtube lagi

Katanya, doa anak yang sholeh/sholehah yang akan menemani orang tua di alam barzah. Mamah sudah sangat sholehah, mungkin mamah tidak memerlukan doa dari saya yang seperti ini. Sayalah yang memerlukan doa mamah. Saya. Miss you Mom ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”

Jum’at, 18 Maret 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: