Python in NetBeans IDE 8.0.2

November 21, 2016

Manja πŸ˜€ . Iyya sih..  😜

Programming yang bisa dilakukan dengan editor biasa dan dijalankan melalu command prompt; saya tetap gunakan IDE untuk mempermudahnya. Kurang cool ya? 😈

Meskipun saya bukan fanatik, tapi saya ini kalo sudah suka (Java) ya suka; ga tertarik lagi untuk melihat yang lain. Da aku mah gitu orangnya. Tapi berhubung Python ini terus digembar gembor sebagai bahasa kekinian, minimal menurut http://www.tiobe.com/tiobe-index/ (5 besar), menurut http://spectrum.ieee.org/computing/software/the-2016-top-programming-languages (ranking 3), dan menurut  http://pypl.github.io/PYPL.html (dia ranking 2!). Mau ga mau, suka tidak suka, saya harus sekedar tahu dan bisa say β€œHello World!” Dengan python ini. Literate ya πŸ˜„

Meskipun bahasa ini sudah lama rilisnya, 20 February 1991; 25 years ago, oleh Guido van Rossum , Python semakin popular belakangan ini. Eh penasaran bagaimana menghitung popularitas suatu bahasa? Bisa dicek di sini https://en.wikipedia.org/wiki/Measuring_programming_language_popularity. Atau mungkin dia pake buzzer robot sehingga indeks popularitasnya menaik πŸ˜‚πŸ˜‚

Hush πŸ™Š

Kembali ke Python. Semua resource ada di https://www.python.org/. versi stabil bisa diambil di https://www.python.org/downloads/; saya lebih suka versi 2.7.x don’t ask ya, kenapa dia ada keluarga 3.5.x sementara 2.7.x pun tetap dikembangkan. Bedanya apa? Tanya mas Guildo aja ya. Atau baca-baca di sini. https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Python.

Berhubung ini bahasa scripting dengan interpreter, nah loh; dulu saya tahunya script ya script; ga bisa dibilang bahasa. Jadi kalo saya bilang β€œbahasa scripting” koq jadi tampak suka suka saya ya? Ya jadi kita bisa jalankan kodingan kita (nah loh, ada kodingan dan skriptingan) langsung dengan interpreter melalui command prompt.

Di situlah saya merasa malas πŸ˜΄πŸ˜΄ . Manja! Saya mau pake IDE. Manja ya πŸ˜šπŸ˜š. Sterotipe kodingan line of code itu kayaknya sok keren banget ya (apalagi kalo dia hitam putih), dibandingkan pake IDE yang warna warni centil dan dilengkapi autocomplete. Biarin. Ini masalah preferensi πŸ’†.

Dari sekian pilihan IDE for python (baca sendiri di sini https://wiki.python.org/moin/IntegratedDevelopmentEnvironments) saya akhirnya memilih.. Netbeans 😏. Don’t ask why, itu krn udah ada aja di komputer aku 🐣. dan diam-diam aku mempelajari β€œHow to porting Python to Java”, vice versa 😎. Begitulah. Sekalinya Java tetap Java! #sikap. Oh ya. Sebetulnya orang-orang menggunakan PyCharm, sepertinya lebih mudah.  http://www.jetbrains.com/pycharm/

Nah. Ketika memilih Netbeans IDE itu; saya menyimak video ini.

Ga susah koq. Caranya:

  • Siapkan netbeans (8.0.2). jangan lupakan JRE dan JDK sudah include; silahkan cek di situs Netbeans atau di situs Java. Pokoknya, please Get the Correct Version of NetBeans IDE.
  • Siapkan python (download dan ekstrak); ambil di situs python, bisa juga di http://plugins.netbeans.org/plugin/56795. Pastikan, Get the Python Plugin for NetBeans IDE 8.0.2.
  • Add sebagai plug in, buka plug in manager (dari menu Tools, pilih sub menu Plugins, pilih tab Downloaded, Tekan tombol Add Plugins; add seluruh file Python Plugin for Netbeans yang telah diekstrak)

netbeanpython

  • Buat projek baru dg Python
  • Siapkan program Hello World!

Udah.

Ini contoh program “Hello World!”

__author__ = "pbasari"
__date__ = "$Nov 15, 2016 12:06:21 PM$"

f __name__ == "__main__":
   print "Hello World"

Untuk menjalankannya, cukup tekan tombol Run. Easy. Dan cukup mudah untuk koder Malas Manis Manja seperti saya.

Oh ya. Python tidak mengenal Begin – End; tapi dia menggunakan indentasi untuk setiap blok pemrogramannya. Saya sih senang, karena membuat programmer mau ga mau, harus tertib indentasi!

Selanjutnya. Belajar Python, bisa dicek di https://www.youtube.com/watch?v=N4mEzFDjqtA (sebenernya saya nonton X Factor; Astaga! Honey G masih bertahan!!). Ups. Kembali ke video tutorial; dia menggunakan PyCharm sebagai IDE. Gampang banget lho.

Untuk Dokumentasi Python tutorial lengkap bisa dilihat di  https://docs.python.org/2/tutorial/index.html. Ke depan, saya akan membuatkan Tutorial OOP dengan Python. Tentu tetap dengan IDE Netbeans😚.

__Manja__

 

 

 

JSon: Pengenalan

March 12, 2016

EH. Di post sebelumnya, saya hanya curcol tentang kzl nya harus mengkoding mengikuti teknologi. Jangan gitu dong, jelek-jelek, hidup saya dari perkembangan teknologi itu. Seharusnya saya memberi contoh dan motivasi hihihi.. HATE turns into Love, semoga. Then jadi love and hate collide. Baiklah, kita mulai lagi dari awal.Iya saya mah begitu, suka memulai dari awal lagi.

Belajar JSon bisa dari situsnya: json.org

JSon itu JavaScript Object Nation. Format untuk data-interchange. Dari sisi manusia, mudah dibaca dan ditulis. Dari sisi mesin, mudah untuk diparse dan dibangkitkan. JSon berbentuk format teks, language independent tetap dengan konvensi yang biasa digunakan programmer dari keluarga C. Sudah tahu siapa saja keluarga C? Itulah. C, C++, C#, Java, JavaScript, Perl, Python. Dan juga PHP. (dasar kamu, PHP!)

Struktur JSon ada dua macam:

  • A collection of name/value pairs. In various languages, this is realized as an object, record, struct, dictionary, hash table, keyed list, or associative array.
  • An ordered list of values. In most languages, this is realized as an array, vector, list, or sequence.

Contoh JSon

{“employees”:[
{“firstName”:“John”, “lastName”:“Doe”},
{“firstName”:“Anna”, “lastName”:“Smith”},
{“firstName”:“Peter”, “lastName”:“Jones”}
]}

 

Bandingkan dengan XML

<employees>
<employee>
<firstName>John</firstName> <lastName>Doe</lastName>
</employee>
<employee>
<firstName>Anna</firstName> <lastName>Smith</lastName>
</employee>
<employee>
<firstName>Peter</firstName> <lastName>Jones</lastName>
</employee>
</employees>

 

Sebetulnya JSon itu secara format is syntactically identical to the code for creating JavaScript objects.

 

Sebagai contoh:

<!DOCTYPE html>
<html>
<body><h2>JSON Object Creation in JavaScript</h2>

<p id=“demo”></p>

<script>
var text = ‘{“name”:”John Johnson”,”street”:”Oslo West 16″,”phone”:”555 1234567″}’;

var obj = JSON.parse(text);

document.getElementById(“demo”).innerHTML =
obj.name + “<br>” +
obj.street + “<br>” +
obj.phone;
</script>

</body>
</html>

akan menghasilkan:

JSON Object Creation in JavaScript

John Johnson
Oslo West 16
555 1234567

ok ok

Sekarang saya tahu kenapa saya ga suka JSon. Karena saya ga suka JavaScript meski dia sama2 Java ya πŸ˜ͺ

JSon, duh harusnya aku tulis JSON ya?

Seperti XML, karena:

  • Both JSON and XML is “self describing” (human readable)
  • Both JSON and XML is hierarchical (values within values)
  • Both JSON and XML can be parsed and used by lots of programming languages
  • Both JSON and XML can be fetched with an XMLHttpRequest

Sangat berbeda dengan XML, karena:

  • JSON doesn’t use end tag
  • JSON is shorter
  • JSON is quicker to read and write
  • JSON can use arrays

Perbedaan yang sangat mendasar:

XML has to be parsed with an XML parser, JSON can be parsed by a standard JavaScript function.

Ngerti? Enggak 😁😁😁

WHY JSON. Begini katanya:

For AJAX applications, JSON is faster and easier than XML:

Using XML

  • Fetch an XML document
  • Use the XML DOM to loop through the document
  • Extract values and store in variables

Using JSON

  • Fetch a JSON string
  • JSON.Parse the JSON string

Terlalu banyak main-main (di dunia maya) πŸ™ˆ sampai banyak hal yang belum tuntas. Tiap hari di-sms tagihan pekerjaan πŸ™Š, tagihan otomatis ini lebih mengerikan daripada tagihan cicilan Citibank ya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„.

Tapi mengingat betapa saya sudah menitipkan anak sekolah Full Day (lantas saya membuang-buang waktu dengan bermain-main? TEGA LU!); teringat juga mamah yang udah ga ada, dan saya ga sempat membuat hatinya senang 😒😒😒. Dan ingat, demi masa: manusia berada dalam kerugian πŸ˜–.

Ya sudah, kita fokus kembali bekerja, dunia maya secukupnya; kalo ada yang butuh saya, cari saya di telegram user @pbasari dan di blog ini 😎.

Baiklah, saya akan menulis yang semoga bermanfaat dan menyenangkan saja, agar jika tergoogling, tidak terasa sia-sia. Mari bersenang-senang ! πŸ’ƒπŸ’ƒ

Beberapa target pekerjaan saya adalah menyiapkan diri untuk sertifikasi Java Oracle Certified Associate, Java OCA. Dalam bentuk belajar bersama (bimbel kaleee), lalu membahas soal-soal (beneran bimbel deh!😱 ). Lha, itu materi kan basik, kami sudah cukup bosan dengan materinya, yang belum mahir adalah menghadapi soal-soalnya.

Seharusnya saya meminta guru pengajar Java OCA, alias kursus. Kabarnya, akan ada kerjasama dari Oracle Academy dengan Universitas, tapi entah kapan. Jadi mendingan belajar mandiri rutin per minggu di kampus, bersama dosen partner, dosen muda, dan asisten.

Daaan.. jeng jeng.. saya tidak berhasil melakukan komitmen tersebut πŸ˜„πŸ˜„. Sepertinya karena jadwal bimbel java OCA ini bentrok dengan jadwal perubahan kurikulum KKNI (alasan 😑). Baiklah, agar tidak terlupa, saya susun lagi materi-materi yang sudah kami siapkan.

Kita ulangi, path untuk sertifikasi Java ini:
Oracle Certified Associate
Oracle Certified Professional
Oracle Certified Master

Masing-masing terdiri dari:

Java SE 7 Programmer I 1Z0-803,
Java SE 5 and 6, Certified Associate 1Z0-85,
Java SE 8 Programmer I 1Z0-808

Java SE 8 Programmer II 1Z0-809
Java SE 7 Programmer II 1Z0-804
Java SE 6 Programmer Certified Professional 1Z0-851
Java SE 5 Programmer Certified Professional 1Z0-853

Java SE 6 Developer Certified Master Assignment 1Z0-855
Java SE 6 Developer Certified Master Essay 1Z0-856

Lengkapnya bisa dilihat di situs Oracle University
Omaigat, panjang pisan pathnya. ini OCA aja belum πŸ˜….

Khusus untuk Java OCA, ada buku bagus dan lengkap sebagai referensi (aduh, ini bajakan ga sih, jadi ga enak πŸ˜” ):

OCA Java SE 7
Programmer I
Certification Guide
Prepare for the 1ZO-803 exam

Dari Mala Gupta FOREWORD BY Jeanne Boyarsky, penerbit Manning Publications Co.

Sedangkan materi-materinya:

  1. Java basics
  2. Working with Java data types
  3. Methods and encapsulation
  4. String, StringBuilder, Arrays, and ArrayList
  5. Flow control
  6. Working with inheritance
  7. Exception handling
  8. Full mock exam

Dari materi, sepertinya semua sudah dikuasai 😎 tapi jika melihat contoh soal-soalnya koq salah menjawabnya ya? 😀. Soal-soal exam, saya buat di post berikutnya ya. Berikut ini adalah biaya untuk exam Java OCA: IDR 1876650. Test dilakukan selama 120 menit, dengan jumlah soal 70, dan skor harus 63% 😡.

So. Siap belajar? Kita lanjut di tulisan-tulisan berikutnya ya πŸ‘‹

exam price Java OCA

exam price Java OCA

Tanpa sengaja, saya menemukan seseorang me-link kan tulisan saya yang saya publikasikan di di IlmuKomputer.com. Saya sendiri sudah lupa pernah mengirimkan tulisan ke situs tersebut, malah sudah lupa menulis tentang apa. Barangkali ingatan tentang hal tersebut saya sudah sudah swap ke diskΒ dan saya lupa disk yang mana. Begitulah jika terlalu banyak pikiran. Jiah..

Berhubung saya sudah tidak menyimpan lagi tulisan tersebut, saya post ulang saja di sini. Barangkali ada yang membutuhkan, silahkan.. Semoga bermanfaat πŸ™‚

TeknisDanStrategiPemrogramanParalel

Axioo Pico

August 19, 2008

Tulisan ini tulisan pertama yang saya post menggunakan axioo pico.

Spesifikasi:

Processor
Intel Atom N270 1.6Ghz, 512Kb L2C, 533Mhz FSB
RAM
Visipro 1Gb PC-5300 (max 2Gb, 2 slot)
HDD
Seagate 160Gb SATA
Optical Drive
Display
10in WXGA 1024×600
Graphic system
Intel 950GM up to 64Mb VRAM
Expansion Slot
LAN
Fast Ethernet 10/100
Modem
Wireless
802.11bg
Bluetooth
Webcam
Integrated 1.3Mpx
Fingerprint Reader
Card Reader
3-in-1
Software included
Linux recovery disc, Microsoft drivers, Nero Essential, Cyberlink PowerDVD
OS
XP Home pre-installed
Weight
1.1kg
Warranty
1 year parts&labour, Asia regional warranty

Untuk lengkapnya mah lihat saja di situsnya axioo

Koq axioo? Antara naksir mininote yang menang di merk tapi Processor: VIA C7-M ULV dengan Teknologi Intel Atom yang ditawarkan Pico.Tapi ya gitu deh, axioo..

Hihihihi.. Let’s see. Yang jelas keyboard enak, meski kecil tapi keyboard cukup gendut-gendut. Intel Atomnya? mari kita coba (kadang saya ga ngerti bedanya, ga berasa hihihi), barangkaliΒ  harus mrogrammmm? piranti lain? ga ada modem, ga ada bluetooth (tapi perlu tidak?); ga bisa dial up lagi!

Tujuan saya hanya satu, cariΒ  yang kecil, ringan, murah, bisa dibawa kemana-mana ga menyakitkan bahuΒ  karena harus menggendong-gendong tasnya. Kalo ternyata ga oke (definisi oke?), ya suds πŸ˜€

So far, putih dan cantiq.. Ada yang sudah pernah coba juga?

Aptikom (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) dan Teknik Informatika Universitas Pasundan (UNPAS) mengadakan Seminar IT for Education and Government

Tempat: Aula Kampus IV Universitas Pasundan (UNPAS)

Jalan Setiabudi No. 193 Bandung

Senin, 2 Juni 2009

Jam 08.00-12.30

Sesi I:

  • NeXT (National e-learning eXchange Technology): Peningkatan Mutu Pembelajaran melalui Pola MultiSourcing dalam Kerangka Pelaksanaan Computing Curricula untuk Program Studi Informatika dan Komputer, oleh Dr. Eko Indrajit-Ketua Umum Aptikom
  • SMART CAMPUS: Implementasi TIK sebagai Tool Produktivitas PT Telkom, oleh Wahyudi
  • IT Meningkatkan Daya Kompetitif Perguruan Tinggi, Think No Limit With Information System (PT. Gematechno), oleh Muhammad Aditya

Sesi II:

  • Peluang dan Tantangan PT Bid. Informatika dalam Kerangka Jabar Cyber Provice (JCP) 2012 Bapesitelda Jawa Barat, oleh Yan Mulyana Subrata, M.Si
  • Implementasi e-Procurement: Reformasi Birokrasi pada Pemerintahan Provisi Jawa Barat (Bapeda Jawa Barat), oleh Deny Juanda Puradimaja, Prof., Dr., Ir., DEA

Biaya:
Umum: 200.000
Dosen: 150.000
Mahasiswa: 75.000
Contact Person: Mellia Liyanthi (0811 2201 601)