Di Sabuga kemarin, di kala jeda, unit angklung memainkan lagu “You’ll be in my heart” 🎢🎢. Itu OST film Tarzan, tahun 1999. Saya pun tersenyum, itu “lagunya si kakak” 😍. Iyya, usianya baru 3th kala itu, dan suka sekali lagu (dan gamenya 😑). Mother-son-moment antara Tarzan dan ibunya (yang Gorila), buat saya mengesankan. (Dan tetiba saya jadi merasa menjadi Gorilla 😳).

mother-moments-tarzan-kala-and-tarzan

Ingatan saya mundur ke belakang ketika kakak masih kecil.. dia saya carikan sekolah terbaik, agar saya punya partner dalam membesarkannya πŸ˜‡. Sebetulnya dia sudah kelas 1 SD, sayang sekolahnya menjadi tidak kondusif, pindah menjadi jauh dari rumah dan semakin menjauh dari rute kerja saya. Saya harus pindahkan. Saya lalu lakukan survey sekolah, dengan mendatangi satu persatu sekolah yang masuk area pilihan. Dan saya langsung jatuh hati pada satu sekolah pada langkah jejak kaki saya yang pertama di sana πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜.

Read the rest of this entry »

Bersama Kita Bisa

April 10, 2008

Bukan koq, bukan kampanye SBY; sekarang kita dalam masa kampanye Pilkada; kampanye Pemilu nanti lagi. Hore, banyak kampanye!

Kamis,
Terpekur karena tidak tahu harus melakukan apa..

  • Mas, kuliah tambahan dengan mbak Eva.
  • Kaka, tadi pagi mengatakan akan pulang bersama Zian dan Kukuh.
  • Neng, bersemangat pulang sekolah akan ke rumah Andika, sepupu sekaligus teman TK nya.

Biasa bersama-sama, setidaknya dengan salah satu dari mereka. Kini, koq hampa? [backsound: Hampa, Ari Lasso].
Harusnya ini saatnya ‘me time’! Sendirian, apa yang harus saya lakukan?

@Unpas, di ruang rapat. Pun sendirian. Merenung..
Sudah berapa tahun bergabung di sini? Oh, hitung saja umur Neng. 4 tahun 4 bulan.
Betul, 15 hari setelah melahirkan Neng, saya datang ke tempat ini untuk menandatangi kontrak sebagai staf pengajar di sini. Dengan gaji UMR: S2 tidak dilihat, pengalaman lain pun tidak penting. It’s oke. Saya hanya minta satu hal saat itu:

– Boleh cuti kah? 1 bulan saja.. Rasanya jahitan sehabis melahirkan ini belum kering benar.

+ Tentu tidak! [Gile lu, baru masuk udah minta cuti]

Syukurlah rekan-rekan di sini tidak membebani saya dengan hal-hal lain selain mengajar. Tapi mengajar 9 SKS, identik dengan 27 jam minimum. Karena kuliah baru, tentu perlu persiapan lebih dari yang pernah dibayangkan. Belum lagi berbagai rapat yang diwajibkan (tapi ternyata tidak hadir juga tidak terkena punishment apa-apa toh, kecuali kehilangan ongkos rapat 10rb perak ).

Yeah. Move on, move on! Read the rest of this entry »