Di Sabuga kemarin, di kala jeda, unit angklung memainkan lagu “You’ll be in my heart” 🎶🎶. Itu OST film Tarzan, tahun 1999. Saya pun tersenyum, itu “lagunya si kakak” 😍. Iyya, usianya baru 3th kala itu, dan suka sekali lagu (dan gamenya 😡). Mother-son-moment antara Tarzan dan ibunya (yang Gorila), buat saya mengesankan. (Dan tetiba saya jadi merasa menjadi Gorilla 😳).

mother-moments-tarzan-kala-and-tarzan

Ingatan saya mundur ke belakang ketika kakak masih kecil.. dia saya carikan sekolah terbaik, agar saya punya partner dalam membesarkannya 😇. Sebetulnya dia sudah kelas 1 SD, sayang sekolahnya menjadi tidak kondusif, pindah menjadi jauh dari rumah dan semakin menjauh dari rute kerja saya. Saya harus pindahkan. Saya lalu lakukan survey sekolah, dengan mendatangi satu persatu sekolah yang masuk area pilihan. Dan saya langsung jatuh hati pada satu sekolah pada langkah jejak kaki saya yang pertama di sana 💘💘💘.

Read the rest of this entry »

Keren! Sebuah kata yang mendefinisikan mahasiswa TIF UNPAS ini. Pasalnya mereka telah menjuarai sebuah perlombaan/kompetisi Cyber Security yang diadakan oleh Cyber Lab Forensics ( http://www.cyberlab-aoh.com/ ) Bandung pada hari minggu, 19 Maret 2017 di Gedung Sasana Budaya Ganesha atau yang lebih dikenal dengan Gedung Sabuga. Tidak Tanggung, Tim dari Teknik Informatika UNPAS ini memboyong 2 piala sekaligus Piala Juara 1 dan Juara 2, keren banget kan?

allteam

Ada 2 Tim dari TIF UNPAS yang mengikuti perlombaan ini, masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Tim Silicium terdiri dari ; Saeful Abdul Hamied, Yuda Maulana (Menggantikan Ridwan Fauzan) dan Dwi Angga Gumelar yang mendapat Juara 1. Kemudian Tim Aurum, terdiri dari; Wenda Fajar, Muhammad Ilham Firdaus dan Pernandi Imanuddin yang mendapat Juara 2. Lomba berskala Nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Universitas Ternama di Kabupaten dan Kota – di Indonesia, sebut saja Palembang, Solo, Jakarta Cirebon, Bali dan Bandung. Namun dikarenakan lokasi lombanya digelar di Bandung, mayoritas pesertanya pun dari Jawa Barat. Read the rest of this entry »

Emil jangan kau pergi

March 2, 2016

Emil jangan kau pergi, tinggalkan diriku sendiri.. Emil jangan kau lari.. 💔💔
(back sound: “Cinta Jangan Kau Pergi”, By Sheila Madjid 🎶🎶).

Sengaja post ini late, karena menghindari berita “kekinian” tentang Ridwan Kamil dan DKI1; daripada saya #baper 😢

withEmilYa, sesungguhnya saya mengikuti dan membaca segala sesuatunya. Deep inside, ada keyakinan akan Emil yang saya kenal; namun who knows? 😶

Ridwan Kamil – Emil teman SMA saya, sekelas waktu kelas 1. Hanya 1 tahun. Dulu dia membuat saya kesal, 2 kali. Pertama, dia menjadi anak kesayangan guru sejarah, bu Yoyoh. Padahal bu Yoyoh ini guru saya waktu SMP dan teman baik mamah saya. Bu Yoyoh tahu saya pandai sejarah tapi malah Emil yang jadi anak kesayangan bu Yoyoh (sirik pisan ya saya ini 😂😂). Kedua, ketika ulangan fisika. Ada guru, baru lulus ITB, yang masih idealis atau apapun namanya, memberikan pengajaran dengan cara dan soal yang luar biasa menyulitkan dan tidak membahagiakan. Saya ingat, kami ke rumah sahabat kami Ita untuk belajar bersama. Emil datang, nyusul, wajahnya keruh. Ntah sakit atau ntah pusing dengan materi. Lalu dia pulang duluan, sementara kami melanjutkan belajar bersama. Ketika ulangan, tentu, tidak ada anak yang bisa. Ketika dibagikan, saya mendapat nilai 1 bulat; dan Emil mendapat nilai 4, nilai tertinggi sekelas. Mengesalkan. Emil yang menurut saya belajarnya sebentar (tapi mungkin dia belajar lagi di rumah) mendapat nilai tertinggi 😤.

(Sebenernya saya kesalnya dengan guru Fisika tersebut sih, membuat anak seperti saya yang mudah merasa tertolak #baper; oleh pelajaran yang sungguh sebetulnya saya sukai. Bukannya di-encourage. Sejak itu saya ga suka Fisika. Jadi. Jangan tanyakan soal gelombang ke saya! Atau listrik hukum Faraday atau apa lah. Awas ya! 😡😡)

Back to Emil. Ya, cuman itu kisah saya yang saya ingat tentang Emil. Selanjutnya kami tidak pernah ada irisan lagi. Sampai kemudian saya membangun rumah, arsitek yang keren ini (saya tuliskan namanya ya: Sigit Wisnuadji, AR93 ITB) bercerita banyak tentang Ridwan Kamil dan Urbane. Prestasinya, karya-karyanya, tulisan di koran dll. Ternyata Emil sudah menjadi sosok yang luar biasa 😱😱.

Sekitar tahun 2008, saya bertemu Emil lagi di kegiatan reuni SMA 3 angkatan 90. Emil yang pertama kali menawarkan kantornya untuk kami panitia berkumpul. Mengantarkan saya, Rai, dan Fenny survey lokasi. Mengajak ke café fave nya untuk rapat, serta mengajak ke “Rumah Botol” sebelum dan sesudah reuni itu 🍶🍶.

Dalam satu kesempatan pertemuan, sekilas Emil mengatakan keprihatinannya akan “kasus Trendi” pilwakot Bandung. Saat itu saya turut menyimak pilwakot; dimana waktu itu ada Pak Arry Arman (dosen STEI ITB) mencalonkan diri sebagai wawali dan saya turut membantu mengumpulkan KTP. Pak Arry dan pasangan tidak lolos, tetapi pasangan “Trendi” pak Taufik (dosen SITH ITB) dan pak Abu Sauqi kalah dengan meninggalkan kasus (bisa dibaca di sini). Saya pernah tuliskan tentang pemilu walikota itu di sini. Ya saya gerah dengan Bandung yang ga tau akan dibawa kemana. Emil juga gerah, saya tahu itu. Emil lalu melakukan kontribusi perubahan dengan membangun BCCF yang mewadahi berbagai komunitas; sedangkan saya (cuman) sibuk kuliah. Saya ingat, Emil pernah bilang: “komunitas IT mah rada eksklusif ya?” Haa.. tentu saya jadi pengen bantu bantu dan bantu; tapi apa daya.. prinsip saya menyatakan: kalo sudah mulai, ga boleh berhenti sampai selesai! Tidak boleh PHP, you know?😎😎 Lagian komunitas IT, relawan IT (sekarang), dan blabla itu sudah membludak dan banyak sekali merapat ke dia toh? Semua orang bisa menjadi orang IT toh #baper deui.

Jadi, ketika Emil mencalonkan diri sebagai Walikota, saya sangat senang. Jangankan Emil, pak Arry pun saya bantu dengan tulus. Dan ketika Emil menang (dan PKS tentunya); saya termasuk warga yang sangat bahagia. Dan ketika popularitas Emil semakin meningkat, dijadikan bahan aduan kaum pendewa “haters – lovers” dan berbagai hal lainnya; saya hanya bisa berdoa: semoga Emil tetap amanah dan tetap rendah hati.

Tidak hanya satu dua orang menyampaikan hal-hal terkait Emil kepada saya; saya upayakan bisa disampaikan ke ybs ntah via siapa 🙈. Sungguh, saya tidak ada akses langsung ke ybs 😇 dan sungguh, kalau pun ada akses; saya tak sampai hati merecokinya dengan berbagai hal sementara dia sedang bekerja 😔. Terakhir ketika dia diajang-ajang untuk maju menjadi DKI 1 – meninggalkan Bandung yang masih belum pulih; tak sampai hati saya melihat dia menjadi bahan diskusi sana sini plus hate speech dari para “haters-lovers” itu 😓.

Saya tahu Emil tidak sempurna, banyak hal belum sempurna tapi saya percaya Emil tahu bagaimana harus bersikap menuju ke kebaikan-kebaikan. Dan ketika dia mengambil keputusan tentang DKI1; saya senang, ternyata apa yang tersimpan di “deep inside” ini; ternyata masih sama. Alhamdulillah🙏 . Semoga tetap amanah Emil, keep humble dan keep work hard 💛💛💛 .

(back sound: masih “Cinta Jangan Kau Pergi”, By Sheila Madjid 🎶🎶).
Catatan: foto reuni ITB, 2010. Emil, saya, dan Ade dalam gendongan.

 

Sore tadi, ada pesan di WA di grup dosen IF Unpas, tentang undangan di Hotel Panghegar dari Walikota Bandung. Terkait Bandung Smart City Council. Undangan ditujukan untuk Aptikom Jawa Barat di mana Unpas sebagai pengurus, terutama Pak Rektor sebagai Ketua Aptikom Jabar. Saya pun tertarik untuk turut menghadirinya. Setelah beberapa gaung smart city saya dengar, baru kali ini saya menyempatkan diri untuk menyimak. — Betul-betul distracted  dari keistiqomahan saya dalam mengurusi studi dan riset studying, tapi boleh lah tuk malam ini.. Saya betul-betul galau at wits' endterkait SNMPTN dan SBMPTN dan seputarnya (sementara sang boga lalakon sih tampak cool cool saja, saya yang ga bisa tidur sampai sekarang !)

Kembali ke BSCC, sedikit terheran kenapa ada undangan confused. Apa Emil yang turut mengundang karena kami pernah mengundangnya di acara Aptikom (meski batal hadir). Tapi rupanya pak Ilham Habibie yang menyambungan Aptikom Jawa Barat dengan acara ini, Alhamdulillah. Sebagai Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional (DetikNas) Pak Ilham memang kami undang di acara Aptikom Jabar 22 Mei lalu, beliau menyempatkan hadir, meski rusuh, semangat menerima pertanyaan dan mau saja berfoto (tuk tuk, siapa hayooo yang minta foto thinking). Sejak melihat beliau di acara Teknik Informatika di ITB, saya mensegani beliau. Betul-betul rendah hati, mirip sekali dengan ayahandanya yang fave saya selalu angel.

Read the rest of this entry »

Hunting Daycare di Bandung

September 20, 2012

Tanggal 20 September 2012. Sementara orang-orang jakarta mencoblos DKI I pilihan mereka; saya menderita di rumah saja. Bagaimana tidak menderita, tanggal 20 September adalah tanggal berbagai deadline pemasukan makalah di berbagai konferensi. Tidak satupun yang berhasil saya submit, bahkan makalah untuk keperluan Seminar Kemajuan I pun belum berhasil saya tuntaskan. Belum juga ada makalah untuk submit di jurnal, nilai masih T sajah . Ini curcol namanya, gak apa-apa ya .

Baiklah, kita menata diri saja, dari awal lagi. Dimulai dengan: mencarikan daycare untuk Ade , karena yang paling penting adalah Ade. Image

Sebetulnya wacara daycare ini ibarat pembuktian terbalik untuk saya: semakin saya hunting; semakin juga tidak mau menitipkan anak-anak saya. Bukan berarti daycare nya Read the rest of this entry »

PPDB Jalur Seru3 Tahun Pelajaran 2011/2012
(Thursday, 17 March 2011) – Kontributor …wandana

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)JALUR SELEKSI TERBUKA (SERU3)TAHUN PELAJARAN 2011/2012
A. Ketentuan Umum

– Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA dan SMK Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI ) dilakukan melalui seleksi dengan mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan, dan dilaksanakan sebelum penerimaan peserta didik baru pada kelas/sekolah reguler.
– Kesempatan untuk mengikuti penerimaan peserta didik baru pada SMA dan SMK RSBI terbuka seluas-luasnya bagi peserta didik SMP atau sederajat baik negeri maupun swasta, yang memenuhi persyaratan
– Jumlah peserta didik setiap rombongan belajar pada kelas SMA dan SMK RSBI maksimal 32 orang. Komposisi peserta didik RSBI sudah mengakomodir calon peserta didik cerdas dan berpotensi dari keluarga kurang mampu
– Perangkat dan materi seleksi/tes disiapkan oleh masing-masing SMA dan SMK RSBI sesuai dengan standar dan kebutuhan. Sekolah dapat menggunakan lembaga/tim ahli dalam melakukan tes tertentu seperti Psikotes.
– Biaya pendaftaran/penerimaan calon peserta didik baru hendaknya diatur seringan mungkin sehingga tidak menutup kesempatan bagi peserta didik cerdas dan berprestasi yang mengalami hambatan ekonomi.
– Hasil ujian nasional harus menjadi salah satu persyaratan.
– Sosialisasi, seleksi administrasi PPDB SMA dan SMK RSBI dapat dimulai pelaksanaannya bulan Maret 2011.dan pengumuman hasil seleksi harus dilakukan setelah ujian nasional SMP diumumkan
SBI wajib mengalokasikan beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik Warga Negara Indonesia yang memiliki potensi akademik tinggi tetapi kurang mampu secara ekonomi paling sedikit 20 % dari jumlah seluruh peserta didik.

B. Persyaratan Mengikuti Seleksi

– Memiliki/menyerahkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter
– Memiliki/menyerahkan surat keterangan bahwa calon peserta didik sedang duduk di kelas IX SMP atau sederajat.
– Memiliki/menyerahkan surat keterangan kelakuan baik dan tidak terlibat kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba dari sekolah asal.
– Memiliki nilai rapor SMP atau sederajat kelas VII sampai dengan kelas IX semester I untuk mata pelajaran
Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris rata-rata minimal 7,5
– Membuat pernyataan bersedia mengikuti seleksi PPDB serta bersedia mengikuti program RSBI.
– Menyertakan surat keterangan/ sertifikat lain sebagai pendukung ( jika ada ) seperti :

– Surat keterangan /sertifikat bahasa Inggris, komputer dll
– Sertifikat, piagam surat keterangan prestasi akademik/non akademik minimal pada tingkat Kabupaten/Kota

– Membayar biaya seleksi sebesar Rp 125.000 melalui Bank Mandiri atau Bank BNI dan biaya tes Psikologi sebesar
Rp 75.000 kepada lembaga psikologi. C. Prosedur/Mekanisme Seleksi

Seleksi yang dilakukan meliputi :

– Seleksi Administrasi
– Tes kemampuan akademik meliputi Matematika, IPA, IPS dan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )
– Tes Kemampuan Bahasa Inggris mencakup Listening. Reading, Stucture, Writing dan Speaking.
– Tes Psikologi meliputi minat dan bakat ( Attitude test ) dan kepribadian ( Personality test )
– Wawancara dengan calon perserta didik dan orang tua/wali peserta didik.

D. Perkiraan Jadwal Kegiatan PPDB ( jadwal tetap menunggu Peraturan Walikota/Juknis dari Disdik Kota Bandung )

Sebenarnya saya tentu tidak mengerti politik. Saya pun bukan kritisi Bandung. Apalagi pemapar visi seperti rekan SMA saya, Ridwan Kamil alias Emil yang dipaparkannya: Bandung Jadi Kota Kreatif Se-Asia Timur, dalam koran Pikiran Rakyat [Emil, you’re soooo damn COOL!]. Saya warga biasa, barangkali terlalu pasrah tapi bukan tidak peduli. Saya lebih mengagumi Aa Gym, memulai dengan menyapu dan membersihkan lingkungan sekitar DT. Halaman rumah saya saja berantakan, bagaimana mengkritik Jalan Ganesha?

Saya pun ada rekan-rekan yang bekerja di Tatakota. Tak jarang mereka bercerita tentang betapa semrawutnya Bandung, bukan tidak dipikirkan oleh berbagai stakeholder yang berkompeten. Tapi ada something tak terjangkau; yang membuat semua tidak berjalan dengan baik. Goodwill pimpinan?

Read the rest of this entry »