Bulan-bulan ini adalah masa-masa penerimaan siswa baru. Banyak dibicarakan, dari tahun ke tahun, selalu berulang yawn. Kadang, saya memutuskan tidak turut dalam perbincangan karena belum ada anak yang terlibat; tapi kadang justru merasa perlu tahu dari awalΒ  hurry up!meski tahun-tahun ke depan sistem akan diubah. Terutama tentang aturan zonasi whew!.

Saya percaya, bahwa pertimbangan jarak dengan sistem zonasi adalah hasil dari grand design pemerintah. Bahwa terkait dengan pengaturan transportasi dan juga peningkatan mutu sekolah. Semoga saja, aturan tersebut menjadi enabler dari target peningkatan mutu tersebut, meski sekarang baru terasa pahit manisnya karena tidak semua pihak dapat diuntungkan dari aturan tersebut crying.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Membaca beberapa kasus, yang ngaku-ngaku profesor suatu institusi (padahal asisten / bimbingan saja); sebenernya bukan ybs nya yang mengaku. Tapi ntah media atau panitia yang membuat salah kaprah; dan ybs tidak klarifikasi dan membiarkan saja.Β πŸ™„

Kebetulan juga sedang sign up ke suatu situs konferensi; ditanya posisi. Biasanya saya isi dengan Mrs. atau Lecturer. Padahal ternyata bisa lho diisi sesuatu yang tampak lebih keren he he. Biasanya saya malu kalo dipanggil dengan sesuatu yang ga sesuai kapasitas, tapi ini malah sebenernya ketahuan lamban dalam jabatan akademik 🀣. Masih Lektor.

Berdasarkan Keputusan Senat Akademik Institut Teknologi Bandung Nomor : 043/SK/K01-SA/2002 Tentang Sebutan dalam Bahasa Inggris Jabatan-Jabatan Fungsional Dosen Institut Teknologi Bandung. yang saya dapatkan dari hasil googling dan itu SK 2002 (belum tahu ada update atau tidak, maafkan); beginilah sebutan dalam bahasa Inggris untuk Jabatan Fungsional Dosen (tapi dosen ITB, dosen Unpas boleh ga ya? 😚). Jadi begini:

  • Asisten Ahli = Instructor;
  • Lektor = Assistant Professor;
  • Lektor Kepala = Associate Professor;
  • Guru Besar = Professor

Nah, karena saya Lektor, berarti saya bisa menyatakan diri sebagai Assistant Professor. Sounds cool, huh? Tapi karena saya ga mau dipanggil Prof. (belum pantas); apa saya jadi dipanggil Ass. ? Duh koq ga asyik sih 🀦

 

jabatan fungsional

Ada 5 tahap untuk mengkoneksikan aplikasi java dengan database dengan manggunakan JDBC. Yaitu:

  • Register the driver class
  • Creating connection
  • Creating statement
  • Executing queries
  • Closing connection

Udah, gitu aja? πŸ€”

Di Sabuga kemarin, di kala jeda, unit angklung memainkan lagu “You’ll be in my heart” 🎢🎢. Itu OST film Tarzan, tahun 1999. Saya pun tersenyum, itu “lagunya si kakak” 😍. Iyya, usianya baru 3th kala itu, dan suka sekali lagu (dan gamenya 😑). Mother-son-moment antara Tarzan dan ibunya (yang Gorila), buat saya mengesankan. (Dan tetiba saya jadi merasa menjadi Gorilla 😳).

mother-moments-tarzan-kala-and-tarzan

Ingatan saya mundur ke belakang ketika kakak masih kecil.. dia saya carikan sekolah terbaik, agar saya punya partner dalam membesarkannya πŸ˜‡. Sebetulnya dia sudah kelas 1 SD, sayang sekolahnya menjadi tidak kondusif, pindah menjadi jauh dari rumah dan semakin menjauh dari rute kerja saya. Saya harus pindahkan. Saya lalu lakukan survey sekolah, dengan mendatangi satu persatu sekolah yang masuk area pilihan. Dan saya langsung jatuh hati pada satu sekolah pada langkah jejak kaki saya yang pertama di sana πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜.

Read the rest of this entry »

Keren! Sebuah kata yang mendefinisikan mahasiswa TIF UNPAS ini. Pasalnya mereka telah menjuarai sebuah perlombaan/kompetisi Cyber Security yang diadakan oleh Cyber Lab Forensics ( http://www.cyberlab-aoh.com/ ) Bandung pada hari minggu, 19 Maret 2017 di Gedung Sasana Budaya Ganesha atau yang lebih dikenal dengan Gedung Sabuga. Tidak Tanggung, Tim dari Teknik Informatika UNPAS ini memboyong 2 piala sekaligus Piala Juara 1 dan Juara 2, keren banget kan?

allteam

Ada 2 Tim dari TIF UNPAS yang mengikuti perlombaan ini, masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Tim Silicium terdiri dari ; Saeful Abdul Hamied, Yuda Maulana (Menggantikan Ridwan Fauzan) dan Dwi Angga Gumelar yang mendapat Juara 1. Kemudian Tim Aurum, terdiri dari; Wenda Fajar, Muhammad Ilham Firdaus dan Pernandi Imanuddin yang mendapat Juara 2. Lomba berskala Nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Universitas Ternama di Kabupaten dan Kota – di Indonesia, sebut saja Palembang, Solo, Jakarta Cirebon, Bali dan Bandung. Namun dikarenakan lokasi lombanya digelar di Bandung, mayoritas pesertanya pun dari Jawa Barat. Read the rest of this entry »

http://www.pasundanradio.org/news/unpas-corner/183-pelantikan-prodi-di-lingkungan-unpas

Python in NetBeans IDE 8.0.2

November 21, 2016

Manja πŸ˜€ . Iyya sih..  😜

Programming yang bisa dilakukan dengan editor biasa dan dijalankan melalu command prompt; saya tetap gunakan IDE untuk mempermudahnya. Kurang cool ya? 😈

Meskipun saya bukan fanatik, tapi saya ini kalo sudah suka (Java) ya suka; ga tertarik lagi untuk melihat yang lain. Da aku mah gitu orangnya. Tapi berhubung Python ini terus digembar gembor sebagai bahasa kekinian, minimal menurut http://www.tiobe.com/tiobe-index/ (5 besar), menurut http://spectrum.ieee.org/computing/software/the-2016-top-programming-languages (ranking 3), dan menurut  http://pypl.github.io/PYPL.html (dia ranking 2!). Mau ga mau, suka tidak suka, saya harus sekedar tahu dan bisa say β€œHello World!” Dengan python ini. Literate ya πŸ˜„

Meskipun bahasa ini sudah lama rilisnya, 20 February 1991; 25 years ago, oleh Guido van Rossum , Python semakin popular belakangan ini. Eh penasaran bagaimana menghitung popularitas suatu bahasa? Bisa dicek di sini https://en.wikipedia.org/wiki/Measuring_programming_language_popularity. Atau mungkin dia pake buzzer robot sehingga indeks popularitasnya menaik πŸ˜‚πŸ˜‚

Hush πŸ™Š

Kembali ke Python. Semua resource ada di https://www.python.org/. versi stabil bisa diambil di https://www.python.org/downloads/; saya lebih suka versi 2.7.x don’t ask ya, kenapa dia ada keluarga 3.5.x sementara 2.7.x pun tetap dikembangkan. Bedanya apa? Tanya mas Guildo aja ya. Atau baca-baca di sini. https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Python.

Berhubung ini bahasa scripting dengan interpreter, nah loh; dulu saya tahunya script ya script; ga bisa dibilang bahasa. Jadi kalo saya bilang β€œbahasa scripting” koq jadi tampak suka suka saya ya? Ya jadi kita bisa jalankan kodingan kita (nah loh, ada kodingan dan skriptingan) langsung dengan interpreter melalui command prompt.

Di situlah saya merasa malas πŸ˜΄πŸ˜΄ . Manja! Saya mau pake IDE. Manja ya πŸ˜šπŸ˜š. Sterotipe kodingan line of code itu kayaknya sok keren banget ya (apalagi kalo dia hitam putih), dibandingkan pake IDE yang warna warni centil dan dilengkapi autocomplete. Biarin. Ini masalah preferensi πŸ’†.

Dari sekian pilihan IDE for python (baca sendiri di sini https://wiki.python.org/moin/IntegratedDevelopmentEnvironments) saya akhirnya memilih.. Netbeans 😏. Don’t ask why, itu krn udah ada aja di komputer aku 🐣. dan diam-diam aku mempelajari β€œHow to porting Python to Java”, vice versa 😎. Begitulah. Sekalinya Java tetap Java! #sikap. Oh ya. Sebetulnya orang-orang menggunakan PyCharm, sepertinya lebih mudah.  http://www.jetbrains.com/pycharm/

Nah. Ketika memilih Netbeans IDE itu; saya menyimak video ini.

Ga susah koq. Caranya:

  • Siapkan netbeans (8.0.2). jangan lupakan JRE dan JDK sudah include; silahkan cek di situs Netbeans atau di situs Java. Pokoknya, please Get the Correct Version of NetBeans IDE.
  • Siapkan python (download dan ekstrak); ambil di situs python, bisa juga di http://plugins.netbeans.org/plugin/56795. Pastikan, Get the Python Plugin for NetBeans IDE 8.0.2.
  • Add sebagai plug in, buka plug in manager (dari menu Tools, pilih sub menu Plugins, pilih tab Downloaded, Tekan tombol Add Plugins; add seluruh file Python Plugin for Netbeans yang telah diekstrak)

netbeanpython

  • Buat projek baru dg Python
  • Siapkan program Hello World!

Udah.

Ini contoh program “Hello World!”

__author__ = "pbasari"
__date__ = "$Nov 15, 2016 12:06:21 PM$"

f __name__ == "__main__":
   print "Hello World"

Untuk menjalankannya, cukup tekan tombol Run. Easy. Dan cukup mudah untuk koder Malas Manis Manja seperti saya.

Oh ya. Python tidak mengenal Begin – End; tapi dia menggunakan indentasi untuk setiap blok pemrogramannya. Saya sih senang, karena membuat programmer mau ga mau, harus tertib indentasi!

Selanjutnya. Belajar Python, bisa dicek di https://www.youtube.com/watch?v=N4mEzFDjqtA (sebenernya saya nonton X Factor; Astaga! Honey G masih bertahan!!). Ups. Kembali ke video tutorial; dia menggunakan PyCharm sebagai IDE. Gampang banget lho.

Untuk Dokumentasi Python tutorial lengkap bisa dilihat di  https://docs.python.org/2/tutorial/index.html. Ke depan, saya akan membuatkan Tutorial OOP dengan Python. Tentu tetap dengan IDE Netbeans😚.

__Manja__