Di Sabuga kemarin, di kala jeda, unit angklung memainkan lagu “You’ll be in my heart” 🎢🎢. Itu OST film Tarzan, tahun 1999. Saya pun tersenyum, itu “lagunya si kakak” 😍. Iyya, usianya baru 3th kala itu, dan suka sekali lagu (dan gamenya 😑). Mother-son-moment antara Tarzan dan ibunya (yang Gorila), buat saya mengesankan. (Dan tetiba saya jadi merasa menjadi Gorilla 😳).

mother-moments-tarzan-kala-and-tarzan

Ingatan saya mundur ke belakang ketika kakak masih kecil.. dia saya carikan sekolah terbaik, agar saya punya partner dalam membesarkannya πŸ˜‡. Sebetulnya dia sudah kelas 1 SD, sayang sekolahnya menjadi tidak kondusif, pindah menjadi jauh dari rumah dan semakin menjauh dari rute kerja saya. Saya harus pindahkan. Saya lalu lakukan survey sekolah, dengan mendatangi satu persatu sekolah yang masuk area pilihan. Dan saya langsung jatuh hati pada satu sekolah pada langkah jejak kaki saya yang pertama di sana πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜.

Read the rest of this entry »

Karena pernah menulis tentang PPDB di SMA 3 Bandung, beberapa menanyakan terkait hal tersebut secara pribadi. Syukurlah, kalo blog (yang jarang diupadte dan dikunjungi ini) ada yang membaca dan merasa mendapat informasi. Karena sudah tidak SBI lagi (meski SPP nya Kaka koq tetap SPP SBI ya?), SMAN 3 meniadakan jalur ujuan tertulis mandiri atau SERU3. Sekarang, hanya ada 1 jalur penerimaan, yaitu jalur akademis melalui nilai UN. Saya tidak keberatan dengan penghapusan SBI (meski berharap kalau begitu SPP nya juga bukan SPP SBI dan moga angkatan berikutnya ada penyesuaian SPP) tapi saya menyayangkan penghapusan jalur test mandiri, SERU3. Satu-satunya jalur, yaitu nilai UN, akan sangat riskan untuk anak-anak dari sekolah yang “tidak mendewakan nilai UN_dengan berbagai cara”. Barangkali hal ini akan menjadi pertimbangan strategi tersendiri. Read the rest of this entry »